Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rombongan Keluarga Asal Banyudono BoyolaliJadi Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans: 4 Orang Meninggal, Bapak-Anak Dimakamkan Satu Liang Lahat

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 22 Desember 2025 | 23:24 WIB
Sugimo dan Anis Munandar warga Dukuh Gotakan, Desa/Kecamatan Banyudono, Boyolali yang merupakan bapak dan anak dimakamkan satu liang lahat, Senin (22/12/2025).
Sugimo dan Anis Munandar warga Dukuh Gotakan, Desa/Kecamatan Banyudono, Boyolali yang merupakan bapak dan anak dimakamkan satu liang lahat, Senin (22/12/2025).

RADARSOLO.COM–Suasana duka menyelimuti Dukuh Gotakan, Desa/Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (22/12/2025).

Dua warga setempat yang merupakan bapak dan anak, menjadi korban dalam kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Krapyak, Tol Dalam Kota Semarang, Senin dini hari.

Mereka adalah Sugimo, 62, dan putra sulungnya Anis Munandar, 32.

Mereka merupakan bagian dari rombongan keluarga besar yang baru saja melakukan perjalanan dari Jakarta menuju pulang ke Boyolali.

Kepala Desa Banyudono Dwi Tanto mengonfirmasi kabar duka tersebut setelah menerima informasi resmi dari pihak Jasa Raharja.

"Kami mendapat kabar bahwa kedua almarhum mengalami kecelakaan di Tol Semarang saat perjalanan pulang dari Jakarta. Mereka berada di Jakarta selama empat hari untuk menjenguk kerabat yang baru melahirkan," jelas Dwi Tanto di rumah duka.

Rombongan Keluarga: Empat Orang Meninggal Dunia

Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi keluarga besar korban. Sugimo dan Anis tidak berangkat berdua saja, melainkan bersama kerabat lainnya dari Kecamatan Mojosongo dan dua keluarga dari Klaten.

Dari total lima orang kerabat yang berada dalam bus tersebut, dilaporkan empat orang meninggal dunia.

Sugimo dikenal warga sehari-hari sebagai petani, sementara Anis Munandar kerap bekerja sebagai pegawai katering.

"Almarhum Sugimo meninggalkan tiga anak. Anis adalah anak sulung, sementara dua adiknya sudah berkeluarga," tambah Dwi Tanto.

Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

Jenazah Sugimo dan Anis sebelumnya dievakuasi ke RSUP Dr. Kariadi Semarang setelah itu diberangkatkan menuju rumah duka di Banyudono.

Berdasarkan keputusan keluarga, bapak dan anak tersebut dimakamkan dalam satu liang lahat di pemakaman Dukuh Gotakan pada Senin sore.

Isak tangis keluarga dan tetangga mengiringi prosesi pemakaman.

Sebagai informasi, kecelakaan bus PO Cahaya Trans terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Bus diduga melaju tak terkendali hingga menghantam pagar pembatas jalan tol. Insiden tragis ini secara keseluruhan dilaporkan merenggut 16 nyawa. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kecelakaan #Bus Cahaya Trans #Boyolali #banyudono #korban meninggal dunia