RADARSOLO.COM–Semangat inklusivitas dan kesetaraan ditunjukkan oleh komunitas disabilitas di Kabupaten Boyolali.
Melalui aksi nyata bertajuk kepedulian lingkungan, mereka melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan di area Waduk Cengklik, tepatnya di Dukuh Ngalang-alang, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Boyolali, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyandang disabilitas untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi alam dan masyarakat.
Menjaga Keseimbangan Tubuh dan Lingkungan
Ketua panitia acara, Wahyono, yang juga merupakan penyandang tuna netra, menegaskan bahwa aksi ini membawa misi besar tentang keseimbangan hidup.
“Keseimbangan tidak hanya diperlukan dalam tubuh, tetapi juga dalam lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa disabilitas itu setara dan memiliki hak serta kewajiban yang sama sebagai warga negara untuk menjaga alam,” ujar Wahyono.
Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 10.000 bibit ikan nila dilepasliarkan ke perairan Waduk Cengklik.
Selain itu, mereka juga menanam 16 bibit pohon langka dan bernilai tinggi, seperti pohon Gaharu, Kepel, Cempaka, serta Cendana di sekitar bantaran waduk.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Sumarno, hadir langsung untuk memberikan dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa ini.
Menurutnya, aksi ini memiliki dampak jangka panjang bagi ekosistem dan ekonomi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Waspadai Modus dan Link Penipuan Digital saat Libur Nataru, BRI Bagikan Tips Bertransaksi Aman
“Ini kegiatan yang luar biasa. Menanam pohon berarti kita mewariskan mata air untuk masa depan, dan menebar benih ikan berarti kita mendukung ketahanan pangan lokal,” jelas Sumarno.
Sumarno menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.
Sebelumnya, peringatan serupa telah digelar di tingkat kabupaten dan kini dilanjutkan melalui aksi-aksi nyata di tingkat kecamatan guna memperkuat solidaritas antar sesama penyandang disabilitas di seluruh wilayah Boyolali. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono