RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali menyiapkan infrastruktur pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Lahan seluas 8,5 hektare telah disiapkan di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, untuk menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang memiliki spesifikasi standar sekolah taruna.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali Sumarno mengungkapkan, rencana ini telah memasuki babak baru.
Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan survei lokasi untuk menindaklanjuti proposal yang diajukan Pemkab.
“Kami sudah melakukan survei lokasi sekitar dua minggu lalu bersama tim Kementerian PU. Saat ini kami tinggal menunggu keputusan final. Harapan kami, pembangunan fisik sekolah rakyat ini bisa direalisasikan pada tahun 2026,” beber Sumarno, Rabu (24/12/2025).
Regruping SMPN 4 Mojosongo dan Dukungan Warga
Lokasi yang dipilih untuk proyek strategis ini adalah lahan yang saat ini ditempati oleh SMP Negeri 4 Mojosongo.
Ditambah dengan lahan kosong di sisi belakang sekolah tersebut. Konsekuensinya, SMPN 4 Mojosongo direncanakan menjalani proses regrouping.
“Jika disetujui pusat, maka sekolah yang ada akan di-regrouping atau bangunannya dirobohkan untuk dibangun ulang sesuai standar sekolah rakyat. Kami sudah sosialisasi ke warga dan tokoh masyarakat, mereka sangat mendukung,” tambahnya.
Syarat Masuk dan Pengiriman Siswa ke Luar Daerah
Sekolah Rakyat akan dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 (tingkat kesejahteraan rendah).
Selain syarat administrasi tersebut, calon siswa juga harus melewati serangkaian tes seleksi.
Baca Juga: Tok! Gubernur Luthfi Tetapkan UMP Jateng 2026 Pakai Alfa Tertinggi
Sembari menunggu gedung fisik berdiri, Dinsos Boyolali telah proaktif memfasilitasi sembilan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan di sekolah rakyat daerah lain. Yakni:
- Tingkat SD: 3 siswa dikirim ke Kota Solo
- Tingkat SMP dan SMA: 6 siswa dikirim ke Kabupaten Sragen.
“Ini bentuk komitmen kami agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi meskipun fasilitas di daerah sendiri masih dalam proses,” pungkas Sumarno. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono