RADARSOLO.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali mewaspadai potensi lonjakan timbulan sampah selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Secara umum, volume sampah diperkirakan naik sebesar 20 persen. Namun di titik-titik keramaian tertentu, lonjakan sampah diprediksi bisa mencapai 100 persen atau dua kali lipat dari hari biasa.
Faktor long weekend dan tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan pergantian tahun di luar rumah menjadi pemicu utama tren kenaikan ini.
Titik Merah Penumpukan Sampah
Kepala DLH Boyolali Suraji merinci sejumlah lokasi strategis yang menjadi perhatian khusus karena diprediksi akan dibanjiri sampah, di antaranya:
- Kawasan Perkantoran Terpadu & Alun-Alun Kidul.
- Jalur Jalan Merdeka Timur: Mulai dari Boulevard Soekarno, Taman Hutan Kota Soekarno, hingga Perempatan Tugu Jagung.
- Ikon Kota: Monumen Susu Tumpah, Simpang Siaga, dan Taman Kota Sono Kridanggo.
"Timbulan sampah ini didominasi oleh bungkus makanan dan minuman, seperti kantong plastik, gelas plastik, styrofoam, serta sisa makanan," ungkap Suraji kepada radarsolo.com, Minggu (28/12/2025).
Strategi Penanganan: Gandeng PKL hingga Pemulung
Guna mengantisipasi penumpukan, DLH Boyolali telah menyiapkan langkah mitigasi komprehensif:
- Imbauan bagi Pedagang: Para Pedagang Kaki Lima (PKL) diinstruksikan menyediakan kantong sampah mandiri dan membersihkan area dagang masing-masing sebelum meninggalkan lokasi.
- Penambahan Fasilitas: DLH menambah jumlah porsi tempat sampah dan mengerahkan lebih banyak petugas kebersihan di titik-titik keramaian.
- Kolaborasi Sosial: Menggandeng paguyuban pemulung di Boyolali untuk membantu mempercepat proses pemilahan dan pembersihan di lokasi keramaian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dengan membuang sampah pada tempatnya. Sebisa mungkin kurangi penggunaan bahan sekali pakai, terutama plastik, untuk meminimalisir sampah dari sumbernya,” pungkas Suraji. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono