Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antisipasi Titik Merah Penumpukan Sampah Selama Perayaan Nataru di Boyolali, DLH Gandeng Pemulung

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 28 Desember 2025 | 21:01 WIB
Ilustrasi sampah di lokasi acara di Boyolali.
Ilustrasi sampah di lokasi acara di Boyolali.

RADARSOLO.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali mewaspadai potensi lonjakan timbulan sampah selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Secara umum, volume sampah diperkirakan naik sebesar 20 persen. Namun di titik-titik keramaian tertentu, lonjakan sampah diprediksi bisa mencapai 100 persen atau dua kali lipat dari hari biasa.

Faktor long weekend dan tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan pergantian tahun di luar rumah menjadi pemicu utama tren kenaikan ini.

Titik Merah Penumpukan Sampah

Kepala DLH Boyolali Suraji merinci sejumlah lokasi strategis yang menjadi perhatian khusus karena diprediksi akan dibanjiri sampah, di antaranya:

"Timbulan sampah ini didominasi oleh bungkus makanan dan minuman, seperti kantong plastik, gelas plastik, styrofoam, serta sisa makanan," ungkap Suraji kepada radarsolo.com, Minggu (28/12/2025).

Strategi Penanganan: Gandeng PKL hingga Pemulung

Guna mengantisipasi penumpukan, DLH Boyolali telah menyiapkan langkah mitigasi komprehensif:

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dengan membuang sampah pada tempatnya. Sebisa mungkin kurangi penggunaan bahan sekali pakai, terutama plastik, untuk meminimalisir sampah dari sumbernya,” pungkas Suraji. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#penumpukan sampah #pemulung #nataru #DLH Boyolali #volume sampah