RADARSOLO.COM–Pemkab Boyolali terus mematangkan rencana pemanfaatan dua bangunan pasar rakyat yang hingga kini masih menemui kendala operasional.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali tengah menggodok konsep baru agar bangunan di Ampel dan Nogosari dapat segera difungsikan dan diterima oleh masyarakat.
Bidik Pasar Sayur dan Nursery
Kepala Disdagperin Boyolali Purnawan Raharjo mengungkapkan adanya pergeseran strategi untuk Pasar Rakyat Ampel yang berlokasi di Desa Gladagsari.
Pihaknya berencana mengalihkan fungsi bangunan tersebut menjadi pusat perdagangan sayur dan tanaman hias (nursery).
Disdagperin telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pertanian untuk merealisasikan rencana ini.
Termasuk melakukan pendekatan kepada paguyuban petani sayur guna mendalami kebutuhan dan potensi respons pasar.
Dengan begitu, pasar diharapkan dapat menjadi hub ekonomi baru yang menyerap hasil tani lokal secara lebih terorganisir.
Berbeda dengan Ampel, pemanfaatan Pasar Rakyat Nogosari di Dusun Ngumbul masih terganjal penolakan dari pedagang pasar lama.
Jarak lokasi baru yang mencapai 2 kilometer dari lokasi lama di Dusun Rejosari dinilai pedagang kurang representatif dan berisiko menurunkan omzet.
Menanggapi hal tersebut, Purnawan menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mencari jalan tengah.
Baca Juga: Karyawan PT BPR Bank Wonogiri (Perseroda) yang Digerebek Warga Bersama Direkturnya Diskors 3 Bulan
"Tetap akan kita manfaatkan. Kami akan mencoba melakukan pendekatan secara perlahan terkait konsep pemanfaatannya nanti untuk aktivitas apa, agar tidak memberatkan pedagang," jelasnya, Selasa (6/1/2026).
Sebagai informasi, penolakan relokasi ini telah berlangsung cukup lama:
Pedagang di Pasar Nogosari enggan pindah karena lokasi baru di Desa Glonggong dianggap terlalu jauh dari pusat keramaian lama.
Adapun bangunan baru Pasar Ampel yang terletak di Kecamatan Gladagsari dinilai kurang strategis dibandingkan lokasi pasar lama di Desa Urutsewu.
Sementara itu, dengan adanya rencana alih fungsi menjadi pasar sayur dan nursery di Ampel, Pemkab Boyolali berharap aset yang telah dibangun tidak mangkrak dan tetap mampu memberikan kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) serta kesejahteraan petani. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono