Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Belum Terdata Komplet, Segini Jumlah Wisatawan yang Kunjungi Boyolali saat Libur Nataru: Apa Daya Tariknya?

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 11 Januari 2026 | 16:59 WIB
Wisatawan menikmati suasana di salah satu objek wisata di Boyolali.
Wisatawan menikmati suasana di salah satu objek wisata di Boyolali.

RADARSOLO.COM–Sektor pariwisata Kabupaten Boyolali menunjukkan geliat positif selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali mencatat sebanyak 111.170 wisatawan memadati berbagai destinasi unggulan sepanjang 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Meskipun angka ini terbilang besar, Disporapar meyakini jumlah riil di lapangan jauh lebih tinggi karena masih banyak pengelola objek wisata yang belum menyetorkan laporan data kunjungan secara lengkap.

Destinasi Favorit dan Potensi yang Belum Terdata

Kepala Disporapar Boyolali Budi Prasetyaningsih merinci bahwa kunjungan tersebar di berbagai titik populer.

Seperti Cepogo Cheese Park, Kebun Raya Indrokilo, Umbul Tlatar, hingga Wisata Edukasi Religi Qolbu.

Menariknya, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo tetap menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara, dengan 12 pendaki asing tercatat melakukan pendakian selama libur panjang tersebut.

"Data ini masih bersifat sementara. Banyak event spontan, seperti komunitas motor, yang belum terhitung sistem. Kami sedang mencari cara agar data-data tersebut bisa masuk dalam pelaporan resmi ke tingkat Provinsi," ujar Ning, sapaan akrab Budi Prasetyaningsih, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Dana Desa 2026 Dipangkas Drastis, Papdesi Klaten: Alokasi untuk Infrastruktur Minim, Fokus Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat

Strategi Bersaing: Pelayanan Tanpa Diskriminasi

Ning mengakui bahwa saat ini angka kunjungan wisata Boyolali masih berada di bawah Kabupaten Klaten, meski selisihnya tidak terpaut jauh.

Guna mengejar ketertinggalan tersebut, ia menekankan pentingnya penerapan Sapta Pesona secara konsisten. Di antaranya:

Baca Juga: Pemkab Terbitkan Surat Edaran, Masyarakat Klaten Diminta Kelola Sampah Organik Secara Mandiri

"Kunci utamanya adalah pelayanan. Layani tamu sebaik mungkin, jaga keamanan dan kebersihan. Jika wisatawan merasa nyaman, mereka pasti akan kembali dan membawa lebih banyak orang ke Boyolali," tambahnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#potensi #daya tarik #wisatawan #unggulan #nataru #Objek Wisata di Boyolali #natal dan tahun baru #jumlah kunjungan wisata #libur panjang #Disporapar