RADARSOLO.COM–Sektor pariwisata Kabupaten Boyolali menunjukkan geliat positif selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali mencatat sebanyak 111.170 wisatawan memadati berbagai destinasi unggulan sepanjang 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Meskipun angka ini terbilang besar, Disporapar meyakini jumlah riil di lapangan jauh lebih tinggi karena masih banyak pengelola objek wisata yang belum menyetorkan laporan data kunjungan secara lengkap.
Destinasi Favorit dan Potensi yang Belum Terdata
Kepala Disporapar Boyolali Budi Prasetyaningsih merinci bahwa kunjungan tersebar di berbagai titik populer.
Seperti Cepogo Cheese Park, Kebun Raya Indrokilo, Umbul Tlatar, hingga Wisata Edukasi Religi Qolbu.
Menariknya, jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo tetap menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara, dengan 12 pendaki asing tercatat melakukan pendakian selama libur panjang tersebut.
"Data ini masih bersifat sementara. Banyak event spontan, seperti komunitas motor, yang belum terhitung sistem. Kami sedang mencari cara agar data-data tersebut bisa masuk dalam pelaporan resmi ke tingkat Provinsi," ujar Ning, sapaan akrab Budi Prasetyaningsih, Minggu (11/1/2026).
Strategi Bersaing: Pelayanan Tanpa Diskriminasi
Ning mengakui bahwa saat ini angka kunjungan wisata Boyolali masih berada di bawah Kabupaten Klaten, meski selisihnya tidak terpaut jauh.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, ia menekankan pentingnya penerapan Sapta Pesona secara konsisten. Di antaranya:
- Memberikan pendampingan bagi pelaku pariwisata dan kuliner agar lebih profesional.
- Menjamin kenyamanan wisatawan lokal maupun mancanegara tanpa diskriminasi.
- Mendorong pengelola wisata untuk lebih aktif melakukan promosi kreatif melalui platform media sosial agar jangkauan pasar semakin luas.
Baca Juga: Pemkab Terbitkan Surat Edaran, Masyarakat Klaten Diminta Kelola Sampah Organik Secara Mandiri
"Kunci utamanya adalah pelayanan. Layani tamu sebaik mungkin, jaga keamanan dan kebersihan. Jika wisatawan merasa nyaman, mereka pasti akan kembali dan membawa lebih banyak orang ke Boyolali," tambahnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono