RADARSOLO.COM–BPBD Boyolali mengeluarkan peringatan dini terkait puncak musim hujan yang diprediksi jatuh pada Januari hingga Februari 2026.
Intensitas hujan yang tinggi diprediksi kerap terjadi disertai angin kencang.
Fenomena ini meningkatkan risiko terjadinya pohon tumbang dan kerusakan struktur bangunan di Boyolali.
BPBD mencatat bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman paling dominan berdasarkan data kejadian bencana di lapangan.
Baca Juga: Libur Nataru Usai, Harga Daging Ayam dan Telur di Boyolali Masih Parkir di Level Tinggi
Mitigasi Fokus pada Pohon Rawan dan Struktur Bangunan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman menekankan pentingnya langkah mitigasi mandiri oleh masyarakat.
Kejadian pada Kamis (8/1) lalu menjadi pengingat, di mana hujan lebat memicu pohon tumbang yang sempat melintang di Jalan Raya Semarang-Boyolali, serta kerusakan akibat angin kencang di Kecamatan Banyudono.
“Kondisi tanah yang jenuh air membuat akar pohon yang sudah lapuk menjadi tidak stabil. Kami menghimbau masyarakat segera melakukan penguatan struktur bangunan dan pemangkasan mandiri terhadap pohon yang mulai miring di sekitar tempat tinggal,” ujar Suparman, Senin (12/1/2026).
Sinergi Lintas Instansi Perketat Pemangkasan
Merespons potensi cuaca ekstrem tersebut, sejumlah instansi terkait di Boyolali mulai menggencarkan pembersihan jalur hijau dan area publik:
-
Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Fokus melakukan pemangkasan berdasarkan aduan masyarakat serta pemantauan titik-titik pohon yang mendesak untuk dirapikan.
Kepala DLH Boyolali Suraji menyebutkan bahwa pemangkasan rutin hasil inventarisasi akhir 2025 kini diperkuat dengan sistem respons cepat terhadap pohon lapuk.
-
Dinas Perhubungan (Dishub): Melakukan pembersihan jalur jalan protokol, termasuk di sepanjang Jalan Merdeka Timur dan Kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali pada Jumat (9/1) guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Beruntung, dalam rentetan kejadian angin kencang pekan lalu, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka.
Namun, BPBD meminta warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan melalui call center kebencanaan jika menemukan indikasi pohon rawan tumbang atau kerusakan infrastruktur akibat cuaca. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono