Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sisa-sisa Puncak Peringatan Hari Desa Nasional di Boyolali, Timbunan Sampah Capai 10 Ton

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:27 WIB
Petugas kebersihan membersihkan sampah usai puncak peringatan Hari Desa Nasional yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kamis (15/1).
Petugas kebersihan membersihkan sampah usai puncak peringatan Hari Desa Nasional yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kamis (15/1).

RADARSOLO.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali memperkirakan timbunan sampah pasca puncak peringatan Hari Desa Nasional yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kamis (15/1/2026), mencapai lebih dari 10 ton.

Kepala DLH Boyolali, Suraji mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sekitar 60 personel gabungan yang terdiri dari petugas DLH Boyolali, relawan kebersihan, serta pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Desa Butuh.

Seluruh sampah yang terkumpul langsung dipilah sebelum dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Winong.

Pemilahan dilakukan untuk memisahkan sampah bernilai ekonomi agar tidak seluruhnya berakhir di TPA Winong.

"Sebelumnya juga ada tim kebersihan dari Kementrian. Saya salut dengan tim kebersihan tersebut, karena mereka kesini ditugaskan dalam rangka memastikan sampah sudah dikelola dengan baik,” jelas Suraji.

Ia mengungkapkan, jenis sampah yang mendominasi berasal dari kotak makanan, kardus, botol minuman, plastik sekali pakai, serta sisa makanan dalam jumlah kecil.

Menurut Suraji, sebagian besar sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomi dan bisa dijual kembali sebagai barang rosok.

Proses pemilahan dilakukan di beberapa titik, salah satunya di TPS3R Desa Butuh.

“Kami juga memberi ruang untuk pemilahan sampah organik, terutama sisa makanan. Namun karena keterbatasan waktu dan kondisi sampah yang sudah tercampur, prosesnya tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemilahan akan lebih efektif jika sejak awal pengunjung atau panitia sudah memisahkan jenis sampah sebelum dibuang.

“Kalau sudah tercampur, tentu jauh lebih sulit untuk diolah,” imbuhnya.

Suraji menilai kondisi area utama venue acara relatif bersih usai kegiatan.

Namun, ia mengakui masih ditemukan tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama di sekitar gapura masuk kawasan Kebun Raya Indrokilo.

Untuk mempercepat pembersihan, DLH Boyolali juga mengalihkan sebagian petugas kebersihan jalan guna membantu membersihkan area sekitar lokasi acara puncak Hari Desa Nasional. (fid/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Boyolali #TPA Winong #Hari Desa Nasional #DLH Boyolali #sampah