RADARSOLO.COM-Objek Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu Boyolali menjadi primadona selama momen long weekend perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali mencatat adanya lonjakan animo pengunjung antara 10 persen hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
Fasilitas manasik haji dan umrah yang lengkap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, khususnya dari luar daerah dan kalangan pelajar.
Lonjakan Hingga 4.000 Pengunjung
Kepala UPT Pengelola Wisata Disporapar Boyolali Nanik Saryanti menjelaskan, peningkatan arus wisatawan sudah mulai terasa sejak Kamis (15/1/2025).
“Pada Kamis kemarin, tercatat sudah ada sekitar seribuan pengunjung yang datang. Kami memperkirakan tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga puncak liburan pada Minggu (18/1) mendatang,” jelas Nanik, Jumat (16/1/2026).
Pihak pengelola memprediksi total kunjungan selama masa libur panjang ini akan menembus angka 4.000 orang.
Bahkan, sistem pemesanan tiket (booking) menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk jadwal akhir pekan:
- Sabtu (17/1): Terdata 538 orang telah melakukan pemesanan.
- Minggu (18/1): Terdata 394 orang dalam daftar antrean booking.
Magnet Wisatawan Luar Daerah
Menariknya, mayoritas pengunjung yang memadati WER Qolbu justru berasal dari luar Kabupaten Boyolali.
Rombongan dari Yogyakarta, Klaten, Magetan, Kudus, Semarang, hingga Purwodadi terpantau mendominasi area wisata.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: PSIS Semarang Lepas 4 Pemain, Salah Satunya Eks Timnas U-20
“Mayoritas pengunjung adalah kalangan anak-anak sekolah yang melakukan praktik manasik haji dan umrah. Fasilitas kami sudah sangat menunjang, mulai dari miniatur Kakbah, miniatur Masjid Nabawi yang bisa digunakan untuk salat berjemaah, hingga air zam-zam yang bisa diminum langsung,” bebernya.
Dengan lokasi yang strategis dan fasilitas lengkap, WER Qolbu mampu menarik rata-rata 200 ribu pengunjung per tahun.
Keberadaan objek wisata ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi religi yang krusial di wilayah Jawa Tengah. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono