RADARSOLO.COM– Pemerintah Desa (Pemdes) Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali mengambil langkah inovatif untuk menghidupkan sektor pariwisata lokal.
Objek wisata Umbul Langse yang terletak di Dukuh Lebak kini dibebaskan dari biaya tiket masuk.
Kebijakan ini diambil sebagai strategi untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan mempercepat transformasi menjadi desa wisata.
Strategi Ekonomi di Balik Tiket Gratis
Kadus 1 Desa Nepen Utamai Adhi Nugraha menjelaskan, gratis biaya masuk bertujuan agar Umbul Langse dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan ekonomi.
"Pihak desa sepakat bahwa air umbul tidak untuk diperjualbelikan. Kami hanya memberlakukan retribusi parkir oleh warga saat momen khusus. Seperti tradisi Padusan menjelang Ramadan," ujar Tama, sapaan akrab Utama Adhi Nugraha.
Tama menambahkan, kebijakan ini justru menciptakan efek domino yang positif bagi perekonomian desa.
Dengan ditiadakannya tiket masuk, jumlah pengunjung melonjak drastis.
Hal ini berdampak langsung pada omzet pedagang kuliner di sekitar kolam yang kini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Pusat Terapi Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Selain sebagai tempat rekreasi, Umbul Langse kini dikenal sebagai destinasi terapi kesehatan.
Setiap pagi, kolam ini dipadati oleh para lansia serta penderita pascastrok dan saraf kejepit yang memanfaatkan kesegaran serta kandungan mineral air untuk pemulihan.
"Banyak kegiatan positif yang lahir di sini, seperti program Jumat Berkah. Para praktisi terapi bahkan mengadakan kegiatan sosial setiap hari Jumat untuk membantu warga yang membutuhkan pemulihan fisik secara cuma-cuma," imbuh Tama.
Rencana Pengembangan Desa Wisata
Melihat potensi yang terus berkembang, Pemdes Nepen berencana melakukan perbaikan sarana dan prasarana di lokasi umbul.
Penataan kawasan dilakukan agar lebih estetis namun tetap mempertahankan suasana alami pedesaan guna menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah.
Transformasi ini membuktikan bahwa dengan menggratiskan satu sektor, desa justru mendapatkan keuntungan lebih besar dari sektor lainnya, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga setempat. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono