RADARSOLO.COM-Museum R. Hamong Wardoyo membuktikan eksistensinya sebagai pusat edukasi dan kebudayaan utama di Kabupaten Boyolali.
Sepanjang tahun 2025, museum setempat berhasil mencatatkan angka kunjungan sebanyak 6.427 orang.
Jumlah itu melampaui target yang ditetapkan sebanyak 6.000 kunjungan.
Pencapaian ini menunjukkan peningkatan tren positif literasi budaya di masyarakat, dengan kenaikan sekitar 400 pengunjung dibandingkan periode sebelumnya.
Pelajar Jadi Pengunjung Dominan
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Eko Sumardiyanto mengungkapkan, segmen pelajar masih menjadi tulang punggung utama kunjungan museum.
"(Pengunjung) didominasi oleh pelajar SD, SMP, dan SMA dengan total 3.903 orang. Disusul pengunjung umum sebanyak 2.143 orang, mahasiswa 342 orang, seniman 37 orang, serta sisanya adalah kalangan peneliti," jelas Eko, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan data bulanan, puncak kunjungan terjadi pada semester kedua tahun 2025.
Bulan Oktober menjadi periode tersibuk dengan 947 kunjungan, disusul September dengan 932 kunjungan.
Hal ini bertepatan dengan masa aktif tahun ajaran baru dan berbagai agenda peringatan hari besar nasional.
Gebrakan Kreatif di Tengah Keterbatasan Anggaran
Meski mengakui adanya kendala anggaran untuk melakukan renovasi atau penambahan fasilitas besar, pihak pengelola tetap optimis untuk terus berinovasi.
Baca Juga: Unsur Relawan Karanganyar Tanam 1.500 Bibit Pohon di Lereng Gunung Lawu Desa Berjo
Sepanjang tahun 2026, Museum R. Hamong Wardoyo telah menyiapkan serangkaian kegiatan rutin yang dapat diikuti oleh masyarakat luas, antara lain:
- Latihan Karawitan dan Seni Tari.
- Lomba Permainan Tradisional.
- Lomba Menggambar dan Mewarnai.
- Program Jelajah Museum.
"Kami ingin museum tetap hidup dengan kegiatan rutin yang melibatkan berbagai kalangan. Silakan masyarakat memanfaatkan ruang ini untuk belajar seni dan sejarah," tambah Eko.
Rumah bagi 313 Koleksi Bersejarah
Saat ini, Museum R. Hamong Wardoyo menyimpan sedikitnya 313 koleksi berharga yang merekam jejak sejarah Boyolali dari masa ke masa.
Koleksi tersebut meliputi benda arkeologi seperti arca dan yoni, kereta kencana, pusaka, hingga diorama peristiwa penting dan dokumentasi langka zaman kolonial.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00–15.00. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono