RADARSOLO.COM-Ruas Jalan Raya Solo-Semarang, khususnya jalur penghubung Boyolali-Ampel, menjadi jalur "tengkorak".
Kondisi jalan yang lebar namun minim penerangan serta rambu peringatan, sebagai faktor utama rentetan kecelakaan tragedi di jalur setempat sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Satlantas Polres Boyolali kini tengah melakukan pemetaan ulang dan koordinasi intensif untuk menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah tersebut.
Titik Rawan dan Lokasi Black Spot
Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo menuturkan, berdasarkan data kepolisian, terdapat beberapa titik yang masuk kategori sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
“Salah satu titik paling rawan berada di tanjakan Dukuh Prigi, Desa Tanduk, Ampel. Sementara itu, untuk lokasi yang kami tetapkan sebagai black spot (titik maut) saat ini berada di Dukuh Nyamplung Kidul, Desa Urut Sewu, Ampel,” jelas Iptu Budi, Kamis (22/1/2026).
Gelap dan Minim Rambu
Iptu Budi mengakui bahwa kendala utama di lapangan adalah infrastruktur keselamatan yang belum memadai.
Jalan yang lebar seringkali memancing pengendara untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, namun tidak didukung oleh visibilitas yang cukup saat malam hari.
“Kendala utama adalah kurangnya penerangan jalan umum (PJU) serta minimnya rambu lalu lintas di lokasi-lokasi strategis," jelas Iptu Budi.
"Kondisi gelap sangat berisiko, bahkan sering terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki karena pengendara kaget ada orang menyeberang,” tambahnya.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Tersangkut di Pohon Aliran Sungai Sosogan Gondangrejo Karanganyar
Saat ini, pihak kepolisian sedang mengupayakan pengadaan rambu-rambu tambahan.
“Kami sedang berkoordinasi dengan instansi terkait agar secepatnya bisa dipasang rambu peringatan di titik-titik yang membutuhkan,” tegas Budi.
Jalur "Gemuk" Kendaraan Berat
Ruas Boyolali-Ampel memang dikenal sebagai jalur ekonomi yang padat oleh kendaraan berat. Seperti truk logistik dan bus antarkota.
Kombinasi antara beban jalan yang tinggi, kecepatan kendaraan, dan faktor lingkungan yang gelap menjadikan jalur ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah maupun pusat terkait pemeliharaan infrastruktur keselamatan jalan. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono