Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Tampung 117 Ton Sampah Per Hari, DLH Boyolali Kaji 3 Lokasi untuk Perluasan TPA

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:52 WIB
Blok sampah aktif TPA Winong menampung setidaknya hingga 6 bulan ke depan.
Blok sampah aktif TPA Winong menampung setidaknya hingga 6 bulan ke depan.

RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat mengatasi potensi kelebihan kapasitas di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Winong.

Sebanyak Rp 1,3 miliar anggaran disiapkan untuk membangun blok sampah baru tahun ini.

Kepala DLH Boyolali Suraji mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji tiga lokasi potensial untuk pembangunan blok tersebut.

Ketiga lokasi yang dibidik adalah Desa Jelok (Kecamatan Cepogo), Desa Pusporenggo (Kecamatan Musuk), dan Desa Winong (Kecamatan Boyolali).

"Kami sedang mengkaji tiga titik lokasi tersebut. Nanti akan dipilih lokasi yang paling memungkinkan dan secara teknis lebih mudah untuk dikerjakan," kata Suraji, Minggu (25/1/2026).

Tahap Penyusunan DED

Suraji menjelaskan, proyek penambahan blok baru ini masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Blok baru ini ditargetkan mampu menampung volume sampah yang masuk ke TPA Winong hingga satu tahun ke depan.

Langkah ini dinilai mendesak mengingat volume sampah yang masuk terus meningkat.

Sepanjang tahun 2025, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Winong mencapai 117 ton per hari.

Angka ini merupakan sepertiga dari total timbulan sampah di seluruh Kabupaten Boyolali.

"Sampah yang masuk ke TPA didominasi oleh sampah rumah tangga (domestik) dengan komposisi 48 persen organik dan 52 persen anorganik," rincinya.

Baca Juga: Dobrak Tradisi, Mangkunagara X Libatkan 1.000 Orang Termasuk Pelajar dan Komunitas dalam Upacara Kenaikan Tahta Ke-5

Sementara itu, sepertiga sampah lainnya di Boyolali telah tertangani melalui pengolahan kompos, daur ulang, dan penggunaan kembali (reuse).

Namun, masih ada sepertiga bagian lagi yang belum teridentifikasi pengelolaannya secara maksimal.

Optimalkan Gas Metana

Terkait pengelolaan di TPA Winong, Suraji menyebut pihaknya menerapkan sistem controlled landfill atau penimbunan terkendali.

Metode ini dipilih untuk meminimalkan bau tidak sedap serta mengelola gas metana yang dihasilkan tumpukan sampah agar bisa dimanfaatkan sebagai biogas.

"Dengan pembangunan blok sampah baru ini, kami berharap dapat meningkatkan kemampuan daerah dalam mengelola sampah dan menjaga kualitas lingkungan hidup di Boyolali agar tetap terjaga," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#over load #DLH Boyolali #tpas winong #sampah #Perluasan