Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Atap Teras Ambruk Diterjang Angin, Murid SDN Tegalmuncar Boyolali Mengungsi Belajar ke Gedung SMP

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 26 Januari 2026 | 14:14 WIB
SDN Tegalmuncar, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali yang terdampak angin kencang.
SDN Tegalmuncar, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali yang terdampak angin kencang.

RADARSOLO.COM– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Tegalmuncar, Desa Tlawong, Kecamatan Sawit, Boyolali terpaksa dipindahkan sementara mulai Senin (26/1/2026).

Langkah ini diambil setelah atap teras bagian depan bangunan sekolah rusak parah akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Demi keamanan, proses pembelajaran kini dialihkan ke gedung SMP Negeri 1 Sawit Boyolali yang lokasinya tidak jauh dari SD tersebut.

Plt Kepala SD Negeri Tegalmuncar Suparni menjelaskan, kerusakan bermula saat angin kencang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (17/1/2026) pekan lalu.

Kerusakan pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah saat hendak membersihkan halaman.

“Kejadiannya pagi hari saat kondisi sekolah masih kosong, sebelum anak-anak masuk. Rusaknya di bagian teras depan, plafonnya sudah turun ke bawah,” jelas Suparni, Senin (26/1/2026).

Meskipun kerusakan utama terjadi di teras dan tidak berdampak langsung ke ruang kelas, pihak sekolah memutuskan untuk memindahkan lokasi belajar demi keselamatan siswa dan guru.

Sebanyak 27 siswa SD Negeri Tegalmuncar kini menempati lantai 1 bangunan baru milik SMP Negeri 1 Sawit.

Utamakan Keselamatan Siswa

Koordinator PAUD, Dikdas, dan LS Kecamatan Sawit, Nunung Wulandari menegaskan, keselamatan warga sekolah adalah prioritas utama.

Jika dipaksakan tetap menempati bangunan yang rusak, dikhawatirkan atap bisa roboh sewaktu-waktu.

"Jadi akhirnya dipindahkan ke sini (SMPN 1 Sawit). Kebetulan bangunan baru SMPN 1 Sawit ini belum dimanfaatkan sepenuhnya. Kami tentunya akan mengikuti kebijakan selanjutnya dari Disdikbud Boyolali,” ujarnya.

Baca Juga: 4 Kali Terjadi Keracunan MBG di Wonogiri, Koordinator SPPI Sebut Sudah Terapkan SOP dengan Ketat

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Dwi Hari Kuncoro mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan sehari setelah kejadian, yakni pada Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan identifikasi sementara, bangunan kelas 1, 2, dan 3 dinilai terdampak dan tidak layak digunakan untuk KBM.

“Langkah darurat dari sekolah adalah menurunkan genting agar beban atap berkurang dan tidak semakin ambruk. Kami juga mengidentifikasi ruang kelas lain apakah ikut terpengaruh strukturnya atau tidak,” jelas Kuncoro.

Diusulkan Masuk Revitalisasi

Kuncoro mengakui bahwa sebelumnya SD Negeri Tegalmuncar tidak masuk dalam skema revitalisasi sekolah.

Hal ini dikarenakan data dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan) mencatat kondisi bangunan tidak mengalami kerusakan berat.

“Setelah kejadian ini, akan kami laporkan untuk revitalisasi dengan pertimbangan kondisi darurat (force majeure). Namun sebelum itu terealisasi, KBM harus tetap jalan, makanya kita pindah ke SMP 1 Sawit,” tambahnya.

Meski belum bisa memastikan kapan revitalisasi akan dimulai, Kuncoro berjanji akan terus mendorong usulan tersebut ke Bupati maupun Kementerian terkait.

“Sampai nanti SD Tegalmuncar terintervensi, baik dari revitalisasi maupun anggaran perubahan, siswa masih akan menggunakan gedung SMP Sawit. Penggunaan gedung ini dipastikan tidak mengganggu pembelajaran siswa SMPN 1 Sawit,” tandasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kecamatan sawit #angin kencang #Boyolali #Smpn 1 sawit #sekolah rusak #SD Negeri Tegalmuncar #Desa tlawong