RADARSOLO.COM-Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menerbitkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Indra meminta warga menjauhi segala bentuk kegiatan negatif yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
“Khususnya masyarakat Boyolali, hendaknya kita melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Tujuannya agar warga masyarakat bisa menjalankan kegiatan keagamaan selama Ramadan dengan tenang dan khusyuk,” jelas Kapolres, Selasa (27/1/2026).
Kapolres merinci sejumlah penyakit masyarakat (pekat) yang menjadi atensi kepolisian untuk diberantas menjelang dan selama bulan puasa, antara lain:
- Balap liar (kebut-kebutan).
- Penyalahgunaan narkoba.
- Konsumsi minuman keras (miras).
- Bermain atau meracik petasan.
Imbauan terkait petasan ditekankan secara khusus oleh Kapolres, menyusul insiden ledakan yang baru saja terjadi di Desa Bendungan, Kecamatan Simo, pada Senin (26/1/2026).
Sebagaimana diberitakan, ledakan tersebut terjadi akibat aktivitas warga yang nekat meracik bahan petasan, hingga menyebabkan korban luka bakar serius.
“Kejadian di Simo menjadi peringatan keras bagi kita semua. Hindari bermain petasan karena sangat berbahaya,” tegasnya.
Terkait kasus ledakan di Simo, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman.
Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap asal-usul bahan peledak tersebut.
“Saya imbau sekali lagi, mari isi bulan puasa dengan kegiatan keagamaan dan hindari hal-hal negatif yang dapat mencederai diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono