RADARSOLO.COM - Capaian investasi di Kabupaten Boyolali sepanjang 2025 menorehkan catatan gemilang.
Realisasinya tembus Rp 3,29 triliun, jauh melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp 1,89 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boyolali Dwi Sundarto mengungkapkan, data tersebut berdasarkan rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga triwulan IV 2025.
"Capaian ini sangat positif. Realisasi investasi kita melampaui ekspektasi target daerah secara signifikan," terang Dwi Sundarto, Kamis (29/1/2026).
Secara rinci, pergerakan investasi fluktuatif namun konsisten. Triwulan I mencatat Rp1,01 triliun, Triwulan II Rp0,63 triliun.
Melonjak di Triwulan III sebesar Rp1,08 triliun, dan ditutup Triwulan IV sebesar Rp0,58 triliun.
Serap 70 Ribu Tenaga Kerja
Tingginya arus modal yang masuk berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja.
Tercatat sebanyak 70.624 tenaga kerja terserap dari 19.591 proyek investasi yang berjalan di Boyolali sepanjang 2025.
Dwi menjelaskan, sektor manufaktur masih menjadi primadona penopang utama investasi di Boyolali, termasuk kontribusi dari perusahaan besar seperti PT Wanhe, Adilmart, dan sejumlah pabrik lainnya.
Upah Kompetitif dan Tol
Menurut Dwi, ada beberapa faktor kunci yang membuat Boyolali seksi di mata investor. Pertama, ketersediaan lahan industri yang luas.
"Kami memiliki total kawasan industri seluas 2.035 hektare. Saat ini yang terpakai baru sekitar 588 hektare, artinya masih ada sisa lahan tersedia sekitar 1.447 hektare untuk investor baru," paparnya.
Faktor kedua adalah infrastruktur logistik yang mumpuni. Keberadaan akses tol dengan gerbang utama di Kragilan, Banyudono, Bandara, dan Sawahan memudahkan konektivitas ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang maupun Bandara Adi Soemarmo.
Faktor ketiga adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kompetitif.
"Angka UMR (UMK) Boyolali yang berada di kisaran Rp 2.537.949 serta infrastruktur yang lengkap membuat daerah ini menarik perhatian perusahaan dari daerah lain untuk relokasi maupun ekspansi," tuturnya.
Ke depan, Pemkab Boyolali berkomitmen terus mempermudah perizinan melalui skema insentif dan disinsentif guna menjaga iklim investasi tetap kondusif. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono