RADARSOLO.COM-Tabir misteri perampokan sadis yang menimpa keluarga Purwanto, warga Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali terungkap.
Dalam kejadian itu, AO, 6, meninggal dunia karena diduga dibenamkan di bak mandi.
Sedangkan D, 33, sang ibu mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.
Kurang dari 24 jam pascakejadian, tim gabungan Satreskrim Polres Boyolali dan Jatanras Polda Jateng berhasil meringkus AG, pelaku perampokan, di wilayah Kabupaten Kudus, Jumat (30/1/2026) subuh.
Fakta mengejutkan terungkap usai penangkapan tersebut.
Pelaku ternyata bukan orang asing, melainkan tetangga korban.
Wahyu, salah seorang kerabat korban menjelaskan, tempat tinggal AG tidak jauh dari rumah D. Masih satu lingkungan dukuh namun berbeda RT.
“AG itu rumahnya di RT 01, Dukuh Pengkol. Masih satu dukuh sebenarnya dengan korban, cuma beda RT,” jelas Wahyudi.
Istri Pelaku Rampok Sering Berkunjung ke Rumah Korban
Namun Wahyudi menepis kabar yang menyebutkan adanya hubungan kekerabatan antara AG dan D.
Yang membuat keluarga terpukul adalah istri AG dan D memiliki hubungan baik.
Istri AG disebut sering bertandang ke rumah D untuk menemani, karena Purwanto menjadi juragan sate kambing di Singkawang, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Sebelum Rumahnya di Karanggede Boyolali Dirampok, Korban Sempat Menagih Utang kepada Pelaku
“Mungkin karena tetangga , jadi sering menemani. Apalagi rumah korban kan agak jauh dari pemukiman warga lainnya,” ungkapnya.
Keluarga Tuntut Hukuman Berat
Mewakili keluarga besar, Wahyudi meluapkan amarahnya atas tindakan keji AG.
Ia berharap AG dijatuhi hukuman seberat-beratnya karena tindakannya dinilai sudah di luar batas kemanusiaan.
Terlebih, korban jiwa dalam insiden ini adalah anak kecil yang tidak berdosa.
“Sudah bukan manusia lagi, sudah keterlaluan sekali. Anak kecil yang tidak tahu permasalahan orang tua, tidak tahu dosa apa, tapi jadi korban kekejian pelaku,” ujarnya menahan emosi.
Kini, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian dan berharap keadilan dapat ditegakkan bagi almarhumah AO dan ibunya yang masih dirawat intensif. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono