RADARSOLO.COM–Selama ini Kabupaten Boyolali mungkin lebih kondang sebagai Kota Susu.
Namun siapa sangka, di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Tamansari, tersimpan potensi emas hijau berupa kebun durian berkualitas unggul.
Durian lereng Merapi kini mulai menjadi primadona baru bagi para pencinta buah berduri tersebut.
Meski jumlah penjualnya belum semasif daerah tetangga, durian dari Tamansari memiliki reputasi rasa yang unik: tetap manis dan legit meski dipanen di tengah intensitas hujan tinggi.
Keunggulan Tanah Vulkanik dan Drainase Alami
Salah satu petani sekaligus penjual durian di Desa Jemowo, Tamansari, Ngadeno, mengungkapkan rahasia di balik kualitas buahnya.
Menurutnya, kontur tanah di lereng Merapi memberikan keuntungan alami bagi pohon durian yang sangat sensitif terhadap air.
“Kalau di daerah lain, hujan sering membuat durian jadi anyep (tawar) karena air menggenang. Di sini tidak. Karena lahan kami miring, air hujan langsung turun ke bawah, tidak merendam akar. Hasilnya, rasa durian tetap manis dan tidak mudah busuk,” jelas Ngadeno kepada radarsolo.jawapos.com, Minggu (1/2/2026).
Selain itu, kadar pH tanah vulkanis yang kaya nutrisi membuat berbagai jenis durian tumbuh subur di Tamansari.
Mulai dari jenis Bangkok, Matahari, Petruk, Musang King Jawa, hingga Durian Ketan.
Musang King Jawa Hanya Rp 55 Ribu
Karena dibeli langsung dari kebun milik petani, harga yang ditawarkan sangat kompetitif.
Baca Juga: Bansos Apa Saja yang Cair Februari 2026? Cek Jenis dan Nominalnya, Segera Masuk Rekening KPM
Wisatawan bisa mendapatkan durian mulai harga Rp 15.000 hingga Rp 150.000 per buah, tergantung ukuran dan jenisnya.
Bahkan, jenis Musang King Jawa yang populer bisa dibawa pulang mulai harga Rp 55.000 saja.
Tak heran jika pembeli dari luar kota seperti Solo, Klaten, hingga Karanganyar rela menempuh perjalanan jauh ke lereng Merapi hanya untuk menikmati buah jatuh langsung dari pohonnya.
“Kualitasnya bagus, dagingnya tebal dan teksturnya legit. Rasanya punya karakter beda, ada manis pahitnya yang khas,” ujar Nabila (25), salah satu pembeli asal Solo.
Rute Menuju "Surga" Durian Tamansari
Bagi Anda yang ingin mencicipi langsung, rute menuju Kecamatan Tamansari dapat ditempuh dari pusat kota Boyolali ke arah selatan menuju lereng Merapi.
Sebagian besar petani menjual hasil panennya langsung di teras rumah mereka, memberikan suasana pedesaan yang asri dan sejuk.
Kekayaan rasa durian lereng Merapi yang bervariasi—mulai dari dominan manis hingga pahit legit—menjadi alasan kuat mengapa kawasan ini layak menjadi tujuan wisata kuliner unggulan di Kabupaten Boyolali. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono