RADARSOLO.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali menempuh langkah kreatif dan berkelanjutan dalam menangani aset tanaman daerah.
Sebanyak 115 batang pohon hasil pemindahan (transplanting), termasuk pohon-pohon besar yang tumbang akibat bencana angin ribut, ditanam kembali.
Lokasi penanaman kembali yakni di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Waru, Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk penghijauan, tetapi juga sebagai upaya mitigasi risiko bencana di area publik.
Manfaatkan Pohon Raksasa Berbobot 4 Ton
Kepala DLH Boyolali Suraji menjelaskan, dari total 115 batang pohon yang dipindahkan, 33 di antaranya merupakan pohon yang roboh saat diterjang angin kencang belum lama ini.
Pohon-pohon tersebut sebelumnya berada di lokasi strategis. Seperti Kantor Setda Boyolali, Kebun Raya Indrokilo, hingga rumah dinas bupati Boyolali.
Salah satu yang paling menantang adalah pemindahan pohon Flamboyan dari kantor Setda yang diperkirakan memiliki bobot mencapai 4 ton.
"Pohon-pohon yang roboh kami selamatkan dan manfaatkan kembali. Selain itu, kami memindahkan 32 pohon dari area kantor DLH serta 50 batang pohon dari persediaan kami untuk mempercepat penghijauan," ujar Suraji kepada jawapos.radarsolo.com, Selasa (3/2/2026).
Mitigasi Bahaya dan Penataan Estetika
Transplanting ini memiliki fungsi ganda. Selain menghidupkan kembali tanaman terdampak bencana, program ini bertujuan mengamankan area perkantoran dari pohon besar yang dinilai membahayakan bangunan dan manusia.
"Kami juga melakukan penjarangan tanaman yang jaraknya terlalu rapat agar pertumbuhannya lebih maksimal," jelas Suraji.
Baca Juga: Kabar Duka! Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun
"Untuk bekas lahan pohon yang dipindahkan, nantinya akan ditata ulang menjadi taman rumput atau diganti dengan tanaman perdu yang lebih aman bagi infrastruktur di sekitarnya," lanjut dia.
TPU Waru Jadi Prioritas Penghijauan
Pemilihan TPU Waru sebagai lokasi tujuan penanaman pohon didasari pada kebutuhan mendesak akan pohon peneduh di area pemakaman tersebut.
Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain Tanjung, Ketapang Kencana, Tabebuya, Flamboyan, hingga Bisbul (Apel Bludru).
Kehadiran pohon-pohon turus jalan di dalam area makam ini diharapkan mampu meningkatkan keasrian, keindahan, sekaligus kenyamanan bagi peziarah.
DLH Boyolali berkomitmen untuk melakukan perawatan intensif guna memastikan pohon-pohon "pindahan" ini dapat tumbuh optimal di habitat barunya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono