RADARSOLO.COM - Upaya masif Damkar Satpol PP Boyolali dalam melakukan sosialisasi pencegahan dini mulai membuahkan hasil.
Sepanjang tahun 2025, kasus kebakaran di wilayah Boyolali tercatat menurun signifikan.
Namun, di sisi lain, petugas justru kian sibuk melayani ratusan laporan evakuasi hewan berbahaya.
Langkah edukasi yang menyasar skala rumah tangga dinilai menjadi kunci utama meningkatnya kewaspadaan masyarakat.
Penurunan Kasus Kebakaran dan Faktor Penyebab
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono mengungkapkan, pada 2025 tercatat ada 96 laporan kebakaran.
Jumlah ini merosot tajam dibandingkan 2024 yang mencapai 147 kasus.
"Mayoritas insiden yang terjadi adalah kebakaran dapur rumah tangga. Penyebab utamanya masih didominasi oleh korsleting listrik dan kelalaian saat memasak. Penurunan ini kemungkinan dipengaruhi faktor alam seperti kemarau basah, serta mulai diterapkannya hasil sosialisasi oleh masyarakat," ujar Supriyono kepada jawapos.radarsolo.com, Rabu (4/2/2026).
Lonjakan Drastis Aksi Penyelamatan (Rescue)
Berbeda dengan kasus kebakaran yang melandai, laporan permintaan evakuasi darurat non-kebakaran justru melonjak lebih dari dua kali lipat.
- Tahun 2024: 281 laporan evakuasi hewan.
- Tahun 2025: 634 laporan evakuasi hewan.
Tingginya permintaan evakuasi hewan menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap Damkar untuk menangani gangguan hewan berbahaya.
Seperti ular, monyet, hingga sarang tawon yang mengancam pemukiman.
Baca Juga: Lebih Ramai dari Lebaran, Begini Suasana Tradisi Sadranan di Cepogo Boyolali
Edukasi Penanganan Mandiri
Damkar Boyolali terus berkomitmen memberikan pelatihan penanganan darurat kepada warga.
Harapannya, masyarakat memiliki kemampuan dasar untuk memadamkan api kecil sebelum membesar atau mengamankan lingkungan dari ancaman hewan liar.
Supriyono juga memberikan imbauan tegas terkait instalasi kelistrikan di rumah untuk mencegah risiko kebakaran:
- Rutin mengecek kondisi instalasi kabel listrik.
- Hindari penggunaan kabel atau alat kelistrikan yang tidak sesuai standar (SNI).
- Jangan menggunakan colokan listrik bertumpuk secara berlebihan karena memicu panas dan korsleting.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya waspada, tapi juga siap menghadapi situasi darurat dengan tenang sebelum bantuan profesional tiba di lokasi," pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono