RADARSOLO.COM–Struktur kepemimpinan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Boyolali resmi berganti.
Dalam prosesi yang digelar di Pendopo Gede Pemkab Boyolali pada Rabu (4/2/2026), Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana resmi mengemban amanah sebagai Ketua Kwarcab Boyolali masa bakti 2025-2030.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah S. Budi Prayitno.
Fokus pada Pendidikan Karakter dan Inovasi
Bupati Boyolali Agus Irawan menegaskan, kepengurusan baru ini harus menjadi motor penggerak pembentukan karakter bagi generasi muda.
Menurutnya, Pramuka memiliki kurikulum nilai yang sangat positif dan relevan sepanjang zaman.
“Pramuka harus semakin adaptif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kita ingin nilai-nilai kedisiplinan dan gotong royong di Pramuka benar-benar berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Agus usai pengukuhan.
Tiga Pilar Utama Kepramukaan
Ketua Kwarda Jawa Tengah S. Budi Prayitno dalam arahannya menekankan tiga poin pokok yang harus dijaga oleh pengurus baru, yakni pendidikan karakter, pendidikan keterampilan hidup, serta pengabdian masyarakat.
Ia mencontohkan bagaimana Pramuka di Jawa Tengah telah membuktikan kepedulian sosialnya melalui aksi kemanusiaan yang nyata.
“Pramuka diharapkan berdampak langsung pada masyarakat. Sebagai bukti, beberapa waktu lalu melalui surat edaran bantuan bencana alam, anggota Pramuka berhasil menggalang dana hingga Rp 3,5 miliar. Dana tersebut telah disalurkan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Inilah wajah kepedulian Pramuka,” jelas Budi.
Sinergi Forkopimda
Selain melantik Bupati dan Wakil Bupati, Ketua Kwarda Jateng juga mengukuhkan anggota Mabicab dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sinergi antarinstansi ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan kepramukaan di tingkat ranting hingga gugus depan di seluruh pelosok Boyolali.
Dengan nakhoda baru ini, Kwarcab Boyolali diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi untuk membangun daerah. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono