Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hama Tikus "Jajah" 883 Hektare Sawah, Produksi Padi Boyolali Anjlok Drastis

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 5 Februari 2026 | 16:50 WIB
Lahan pertanian di Boyolali.
Lahan pertanian di Boyolali.

RADARSOLO.COM - Sektor pertanian di Kabupaten Boyolali menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2025.

Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali mencatat adanya penurunan produksi padi yang cukup signifikan mencapai 26.170 ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Penurunan Luas Panen dan Produktivitas

Kepala Dispertan Boyolali Suyanta memaparkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan dari berbagai sisi:

Tiga Faktor Utama Penyebab Penurunan

Menurut Suyanta, sedikitnya ada 3 faktor krusial yang saling berkelindan memengaruhi hasil panen petani Boyolali:

"Padi memang butuh air, tapi saat musim kemarau dengan sinar matahari yang cukup, hasil fotosintesis justru lebih maksimal dan hama lebih sedikit," jelas kepada radarsolo.jawapos.com, Rabu (4/2/2026).

Berkurangnya lahan sawah akibat pembangunan infrastruktur jalan tol serta kawasan pemukiman mempersempit ruang produksi.

Selain itu, diduga terjadi penurunan kualitas kesuburan tanah yang masih memerlukan penelitian unsur hara lebih lanjut.

Mengejar Target Ambisius 2026

Meski performa tahun 2025 menurun, Kementerian Pertanian memberikan target besar bagi Boyolali di tahun 2026.

Produksi padi diharapkan melonjak dari 253.780 ton menuju 310.000 ton (naik sekitar 60 ribu ton).

Baca Juga: Petani Di Sukoharjo Dilatih Terbangkan Drone Sprayer, Dorong Percepatan Modernisasi Pertanian

Untuk mencapai target tersebut, Dispertan Boyolali telah menyiapkan langkah antisipasi dan akselerasi:

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #produksi padi #Hama Tikus #total produksi #Anjlok drastis #serangan hama #anomali cuaca