RADARSOLO.COM – Peristiwa tragis menimpa seorang lanjut usia (lansia) di wilayah Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.
Korban meninggal dunia seketika setelah tertabrak Kereta Api (KA) 268 Banyubiru di jalur rel Dukuh Jambean, Desa Ngleses, Jumat (6/2/2026).
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur perlintasan kereta api dan menjadi peringatan keras bagi warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Kronologi Kejadian di Jalur Karangsono–Gundi
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekira pukul 07.35 WIB.
Lokasi kejadian berada di jalur rel petak Stasiun Karangsono–Gundi, tepatnya pada KM 59+0/1.
Korban diketahui berinisial D (92), warga Dukuh Jambean, Desa Ngleses.
Saat kejadian, korban tengah menyeberangi rel.
Diduga kuat, D tidak menyadari kedatangan KA Banyubiru yang melaju dari arah utara menuju selatan.
"Korban diduga mengalami gangguan pendengaran mengingat usianya yang sudah lanjut, sehingga tidak menyadari adanya kereta api yang melintas saat menyeberang rel," jelas Humas Polres Boyolali, Winarsih, Jumat (6/2/2026).
Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Medis
Baca Juga: Gempa Pacitan Robohkan Gapura di Gantiwarno Klaten
Sesaat setelah kejadian, petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Juwangi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait jadwal operasional kereta saat itu.
Hasil pemeriksaan medis di lokasi mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat luka benturan keras.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan keberatan untuk dilakukan autopsi.
Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Imbauan Keamanan Jalur Kereta Api
Menanggapi tragedi ini, Polres Boyolali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran rel kereta api.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas atau menyeberang jalur rel. Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. Jangan melakukan aktivitas apa pun di bahu rel demi mencegah kecelakaan serupa terulang kembali," pungkas Winarsih. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono