Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Warga Ramai-ramai Cuci Karpet di Kali Talang Teras Boyolali, Jadi "Tradisi Tahunan" Jelang Ramadan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:25 WIB
Warga Ramai-Ramai Mencuci Karpet Di Kali Talang, Teras, Boyolali
Warga Ramai-Ramai Mencuci Karpet Di Kali Talang, Teras, Boyolali

RADARSOLO.COM -Seolah menjadi tradisi tahunan, puluhan warga memadati aliran sungai Kali Talang di Desa Nepen, Kecamatan Teras untuk mencuci karpet.

Tidak hanya karpet rumah, karpet masjid juga ikut dicuci di sungai tersebut.

Seperti yang terlihat pada Minggu (8/2). Puluhan warga ramai-ramai mencuci karpet masjid, maupun karpet sholat pribadi di sepanjang aliran sungai.

Bahkan, saking banyaknya karpet yang dibawa, warga sampai harus menggunakan mobil bak untuk mengangkut karpet hingga ke pinggir sungai.

Semua saling berbagi tempat untuk mencuci karpet satu persatu hingga bersih.

Karpet yang dibawa langsung dimasukkan kedalam sungai untuk dibasahi, kemudian digosok menggunakan sikat serta deterjen yang sudah dibawa sebelumnya.

Agus,salah satu warga yang mencuci karpet di aliran sungai Kali Talang mengungkapkan, dia datang dari Musuk hanya untuk mencuci karpet disana.

“Hari ini agendanya mencuci karpet. Ini agenda tahunan lah istilahnya, jelang puasa,” jelas Agus kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu, (8/2).

Menurutnya, setiap memasuki bulan Ruwah, atau Sya’ban dalam kalender islam, aliran sungai Kali Talang akan dipenuhi oleh masyarakat yang hendak mencuci karpet-karpet sholat untuk persiapan Ramadhan.

Sebab saat memasuki bulan Ramadhan, tidak dimungkinan untuk mencuci karena dalam kondisi berpuasa.

Agus melanjutkan, tidak hanya warga sekitar, maupun warga Boyolali saja yang memanfaatkan aliran sungai Kali Talang untuk mencuci karpet, bahkan banyak juga komunitas masjid dari Kabupaten Sukoharji, Klaten, serta Kota Surakarja juga datang untuk membersihkan karpet di lokasi tersebut.

“Setiap tahun pasti rame, setiap bulan Ruwah. Masjid-masjid, pribadi, banyak yang datang. Kalau punya pribadi biasanya buat lebaran,” tambahnya.

Agus menambahkan, dipilihnya aliran sungai Kali Talang sebab merupakan sumber mata air alami yang terus mengalir, sehingga air yang digunakan untuk mencuci tetap bersih.

Salah satu warga lain, Nugroho mengungkapkan, dia bersama rombongannya datang dari Baki, Kabupaten Sukoharjo hanya untuk mencuci karpet masjid.

“Menyambut bulan Ramadhan, kita dari jamaah masjid selalu melakukan bersih-bersih. Terutama karpet,” ujarnya.

Senada dengan warga sebelumnya, Nugroho mengaku memilih Kali Talang sebab memiliki air yang jernih.

Selain itu, beberapa pedagang yang berjualan disekitar aliran sungai juga menjadi nilai tambah. Sebab bisa mencuci sekaligus menikmati jajanan.

Setiap menjelang bulan Ramadhan, lokasi tersebut selalu dipenuhi warga.

Baik yang hendak mencuci perlengkapkan sholat seperti karpet masjid, maupun karpet pribadi untuk menyambut lebaran.

Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga pria dewasa saling berbagi tempat mencuci. Mencuci karpet di aliran sungai Kali Talang seolah menjadi “Tradisi Tahunan” jelang Ramadhan.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#cuci Karpet #Boyolali #Ramadan #teras #Kali Talang #tradisi