RADARSOLO.COM-Pemkab Boyolali memastikan proyek penataan wajah kota akan berlanjut pada tahun anggaran 2026.
Setelah sukses merevitalisasi kawasan Simpang Lima, fokus pembangunan kini bergeser ke ruas Jalan Pandanaran.
Mulai dari ikon Tugu Susu Murni ke arah timur hingga Simpang Empat Taman Pandan Alas atau yang akrab disebut Simpang Seiko.
Proyek strategis ini diharapkan tidak hanya mempercantik estetika kota.
Tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha di sepanjang jalur utama tersebut.
Fokus Penataan dan Kenyamanan Publik
Kabar kelanjutan revitalisasi disampaikan Bupati Boyolali Agus Irawan usai meninjau kondisi Pasar Boyolali, Kamis (12/2/2026).
Menurut bupati, penataan ini merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan kawasan perkotaan yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengunjung.
"Harapan kami, revitalisasi ini akan meningkatkan perekonomian lokal. Jika wajah kota semakin indah, pengunjung yang masuk ke Boyolali akan lebih banyak, pasar menjadi ramai, dan toko-toko di sepanjang jalan juga akan merasakan dampaknya," tutur Agus Irawan.
Anggaran Rp 7,5 Miliar dan Finalisasi Desain
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Boyolali Ahmad Gojali, merinci bahwa anggaran sebesar Rp 7,5 miliar telah dialokasikan untuk membiayai proyek tersebut.
Secara konsep, penataan ruas Tugu Susu hingga Simpang Seiko akan senada dengan gaya trotoar dan drainase di kawasan Simpang Siaga (Simpang Lima).
Baca Juga: Sidak Pasar Jatinom dan Bulog Meger: Bupati Klaten Jamin Stok Beras Melimpah dan Harga Terkendali
"Pembangunan direncanakan mulai tahun ini. Saat ini, tim teknis masih melakukan finalisasi terhadap Detail Engineering Design (DED) agar hasilnya sesuai dengan karakteristik Kota Boyolali," jelas Gojali, Kamis (12/2).
Sosialisasi dan Teknis Pekerjaan
Mengingat Jalan Pandanaran merupakan urat nadi transportasi dan pusat bisnis, Pemkab Boyolali berkomitmen untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pemilik toko di kanan-kiri jalan sebelum proyek dimulai.
Terkait teknis pelaksanaan—apakah akan dilakukan penutupan jalan total seperti pada proyek Simpang Lima tahun lalu atau dilakukan secara bertahap—pihaknya masih akan melakukan kajian mendalam.
"Kami akan musyawarahkan lebih lanjut terkait rekayasa lalu lintas dan teknis pengerjaannya agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan seimbang dengan progres pembangunan," pungkas bupati. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono