Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Misteri Sendang Beji di Teras Boyolali: Pemandian Kuno Tempat Mensucikan Diri Biksu Era Mataram Hindu

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 13 Februari 2026 | 18:42 WIB
Lokasi Sendang Beji di tengah hamparan persawahan Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali.
Lokasi Sendang Beji di tengah hamparan persawahan Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali.

RADARSOLO.COM– Di tengah hamparan persawahan Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali tersimpan sebuah situs kuno yang menjadi saksi bisu peradaban 1.000 tahun silam.

Situs tersebut adalah Petirtaan Sendang Beji, sebuah pemandian purba yang hingga kini masih dianggap sakral dan menjadi pusat kegiatan spiritual bagi warga lokal maupun peziarah luar daerah.

Meskipun aktivitas mencuci pakaian kini mulai berkurang, sendang ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi agraris masyarakat setempat.

Jejak Spiritual dan Tradisi Wiwit

Pecinta Budaya Boyolali Eko Bambang Setiawan mengungkapkan, Sendang Beji memiliki peran vital bagi para petani.

Tradisi menaruh sesaji dan ritual Wiwit (syukuran sebelum panen) masih rutin dilakukan di lokasi ini sebagai bentuk syukur atas derajat dan keselamatan.

“Sendang ini juga sering digunakan untuk tirakat, khususnya ritual kungkum (berendam). Biasanya yang datang ke sini memiliki hajat tertentu terkait keselamatan dan kelancaran nasib,” jelas Eko kepada Jawa Pos Radar Solo.

Eko menambahkan, keberadaan sendang ini berkaitan erat dengan kompleks pemakaman kuno di sebelahnya.

Di area makam tersebut, ditemukan berbagai tinggalan arkeologis seperti Lingga Yoni, Batu Candi, hingga Arca Lembu Andini.

Terdapat pula dua makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir pengawal Pangeran Diponegoro.

Tempat Suci Para Biksu

Staf Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali Farid Burhanuddin memberikan pandangan menarik dari sudut pandang sejarah.

Baca Juga: MCPR dan Praiders: Musik, Keluarga, dan Ambisi Membawa Nama Solo ke Panggung Nasional

Diduga kuat, Sendang Beji merupakan bagian dari kompleks percandian besar yang dulunya berdiri di kawasan tersebut.

“Berdasarkan identifikasi awal, Sendang Beji dulunya merupakan tempat untuk mensucikan diri bagi para pemuka agama atau biksu sebelum melakukan ibadah di candi. Sumber airnya murni muncul dari dalam tanah,” papar Farid.

Melihat ukuran pohon-pohon raksasa di sekitar sendang serta temuan fragmen batu diduga gapura candi, Farid memperkirakan situs ini sudah digunakan sejak abad ke-10 hingga ke-13 Masehi, atau pada masa keemasan era Mataram Hindu.

Magnet Peziarah Lintas Provinsi

Daya magis Sendang Beji dan makam di sampingnya ternyata terdengar hingga ke luar Jawa Tengah.

Saat kunjungan lapangan, terpantau peziarah asal Madiun, Jawa Timur, yang sedang melakukan tirakat di lokasi tersebut.

Sebelum memulai ritual di makam, para peziarah biasanya diwajibkan membersihkan diri terlebih dahulu di Sendang Beji.

Meskipun masih membutuhkan kajian lebih mendalam dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), situs Sendang Beji menjadi bukti nyata kekayaan sejarah Boyolali yang mampu bertahan melintasi zaman. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kecamatan teras #sendang beji #era mataram hindu #biksu #Desa Kopen Boyolali