Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

CFD Diliburkan, Pemkab Boyolali Godok Rencana Pasar Takjil di Jalan Pandanaran

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 13 Februari 2026 | 18:51 WIB
Keramaian warga di CFD Jalan Pandanaran Boyolali. Kegiatan ini akan diliburkan sementara selama Ramadhan dan dialihkan untuk potensi pasar takjil sore hari.
Keramaian warga di CFD Jalan Pandanaran Boyolali. Kegiatan ini akan diliburkan sementara selama Ramadhan dan dialihkan untuk potensi pasar takjil sore hari.

RADARSOLO.COM–Pemkab Boyolali meliburkan kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar dua pekan sekali selama bulan suci Ramadhan.

Tanggal 15 Februari 2026 mendatang akan menjadi gelaran CFD terakhir sebelum memasuki masa rehat panjang selama bulan puasa.

Langkah ini diambil untuk menghormati kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa serta menyesuaikan aktivitas masyarakat di ruang publik.

Penyesuaian Jadwal dan CFD Terakhir

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, menjelaskan, pelaksanaan CFD pada Minggu besok merupakan kompensasi atau pengganti jadwal yang sebelumnya sempat tergeser.

“Menjelang Ramadan masih ada satu kali CFD, yaitu tanggal 15 Februari besok. Ini sebagai pengganti CFD tanggal 8 Februari lalu yang ditiadakan karena bersamaan dengan kegiatan gowes dari KONI,” jelas Gojali kepada radarsolo.jawapos.com, Jumat (13/2/2026).

Setelah perhelatan besok, CFD baru akan kembali digelar pada 12 April 2026, sesuai dengan jadwal rutin minggu kedua dan keempat setiap bulannya.

Wacana Pasar Takjil Sore Hari

Meskipun kegiatan pagi hari ditiadakan, Pemkab Boyolali sedang mempertimbangkan usulan dari paguyuban pedagang CFD untuk memanfaatkan lokasi yang sama sebagai pusat penjualan takjil pada sore hari.

“Kami menerima aspirasi pedagang yang ingin berjualan takjil setelah jam kantor. Saat ini masih dikoordinasikan. Jika disetujui, kemungkinan akan ada batasan jam operasional, misalnya mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu Maghrib,” lanjut Gojali.

Syarat Kebersihan Ketat

Ahmad Gojali menekankan, jika rencana pasar takjil tersebut mendapatkan lampu hijau, para pedagang wajib mematuhi aturan ketat, terutama mengenai kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Misteri Sendang Beji di Teras Boyolali: Pemandian Kuno Tempat Mensucikan Diri Biksu Era Mataram Hindu

Lokasi harus dipastikan bersih sebelum dan sesudah aktivitas berjualan.

“Kami minta komitmen pedagang. Area harus bersih mulai dari datang sampai pergi. Kebijakan ini juga hanya berlaku khusus selama bulan Ramadan sebagai bentuk dukungan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Bagi warga Boyolali yang ingin menikmati suasana CFD pagi hari, diimbau untuk memaksimalkan kesempatan pada hari Minggu besok sebelum kawasan Jalan Pandanaran kembali normal untuk arus lalu lintas selama bulan puasa. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pasar takjil #jam operasional #cfd boyolali #cfd boyolali diliburkan #Jalan Pandanaran