RADARSOLO.COM–Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah utara Boyolali pada Sabtu (14/2/2026) sore memicu bencana banjir di Kecamatan Klego dan Kecamatan Andong.
Luapan air sungai serta drainase yang tidak mampu menampung debit air ekstrem mengakibatkan sejumlah rumah rusak parah dan memaksa dua kepala keluarga untuk mengungsi.
Banjir merendam empat dukuh di dua kecamatan, yakni Dukuh Selorejo (Klego), serta Dukuh Ledoksari, Dukuh Bengle, dan Dukuh Brangkalan Selatan (Andong).
Kronologi dan Penyebab Teknis
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Boyolali, Suparman, menjelaskan bahwa hujan turun dengan durasi lama mulai pukul 14.30 hingga 17.30.
Hal ini memicu kenaikan debit air secara ekstrem pada saluran drainase dan anak Sungai Serang (Kali Andong).
"Kondisi saluran drainase tidak mampu menampung laju air karena adanya penyempitan dimensi akibat struktur pembangunan, serta penyumbatan oleh sedimen tanah dan lumpur. Akibatnya, air meluap ke pemukiman dan jalan raya," ujar Suparman, Minggu (15/2/2026).
Dinding Jebol hingga Perabotan Hanyut
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di dua titik utama:
- Kecamatan Klego
Di Dukuh Selorejo, rumah milik Ngatemin terendam air setinggi 30–50 cm setelah pagar pembatas lahannya roboh diterjang luapan air sawah.
Selain alat elektronik dan perabotan rusak, bangunan bekas kandang juga terdampak.
Sementara itu, dinding rumah milik Joko Prayitno jebol seluas 1 meter persegi dan mengalami retakan sepanjang 3 x 4 meter.
Baca Juga: Besok, 16 Februari 2026 Libur Cuti Bersama? Simak Jadwal Tanggal Merah Resmi SKB 3 Menteri
- Kecamatan Andong
Di Dukuh Bengle, rumah kayu milik Ngadiman terendam air setinggi 30 cm.
Kerugian signifikan dialami karena gabah hasil panen ikut terendam. Di Dukuh Ledoksari, rumah milik Wartini juga tergenang, merusak perabotan dapur.
Warga Mengungsi
Akibat kerusakan struktur bangunan yang membahayakan, dua keluarga terpaksa meninggalkan kediaman mereka.
Ngatemin kini mengungsi di rumah anaknya, sementara Joko Prayitno (43) terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya di wilayah setempat.
"Banjir dilaporkan mulai surut pada Sabtu malam sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas dan relawan sudah berada di lokasi untuk membantu pembersihan sisa lumpur dan melakukan kaji cepat kebutuhan logistik para pengungsi," tambah Suparman.
BPBD Boyolali mengimbau warga di wilayah rawan banjir, khususnya di bantaran sungai dan kawasan dengan drainase buruk, untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Soloraya diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono