RADARSOLO.COM – Ada pemandangan berbeda dalam gelaran Car Free Day (CFD) Boyolali, Minggu (15/2/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali "memboyong" berbagai peralatan canggih mereka ke Jalan Pandanaran untuk mengenalkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) penyelamatan kepada masyarakat.
Tidak sekadar pameran alat, BPBD mengajak pengunjung merasakan langsung sensasi menjadi korban yang dievakuasi melalui demonstrasi Vertical Rescue.
Sensasi Dievakuasi dari Tebing Terjal
Salah satu pengunjung, Waliyanto, tampak antusias setelah menjajal alat evakuasi tersebut. Ia dipasangi sabuk pengaman (harness) dan helm, lalu ditarik ke atas menggunakan sistem tali-temali layaknya evakuasi di medan tebing atau gedung tinggi.
“Tadi simulasinya saya dievakuasi petugas karena ada longsor. Saya dinaikkan pakai alat lalu ditarik ke atas. Sambil berkelakar, rasanya seperti sudah putus harapan, tapi ternyata seru sekali karena kita bisa tahu bagaimana cara kerja petugas di lapangan,” cerita Waliyanto sambil terkekeh.
Antusiasme serupa terlihat pada anak-anak yang rela mengantre panjang demi merasakan digantung di alat keselamatan tersebut di bawah pengawasan ketat personel terlatih.
Pameran Alat Rescue Lengkap
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Suparman, menjelaskan bahwa edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa tugas BPBD sangat luas, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascabencana.
Selain Vertical Rescue, BPBD juga memamerkan beragam alat penyelamatan lain, di antaranya:
- Peralatan Air: Perahu karet dan perlengkapan selam.
- Alat Berat & Transportasi: Ekskavator (backhoe), truk evakuasi, dan mobil tangki air untuk penanganan kekeringan.
- Alat Penunjang: Tandu lipat hingga gergaji mesin untuk penanganan pohon tumbang.
“Kami kenalkan alat-alat ini agar masyarakat tahu fungsi masing-masing. Misalnya ekskavator untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor, atau mobil tangki yang selalu siaga saat musim kemarau,” jelas Suparman, Minggu (15/2/2026).
Pesan Waspada Bencana Hidrometeorologi
Baca Juga: Besok, 16 Februari 2026 Libur Cuti Bersama? Simak Jadwal Tanggal Merah Resmi SKB 3 Menteri
Di sela edukasi, Suparman juga memberikan imbauan penting mengingat saat ini wilayah Boyolali masih berada di puncak musim hujan.
Ia mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, tanah longsor, dan banjir luapan.
“Kami minta masyarakat waspada dan yang paling sederhana adalah jangan membuang sampah sembarangan. Sampah yang menyumbat saluran drainase dan sungai menjadi pemicu utama air meluap ke pemukiman warga,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono