Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berkah Ramadhan bagi Perajin Tembaga Cepogo: Pesanan Kaligrafi Melejit 200 Persen, Lampu Nabawi Jadi Primadona

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB
Perajin tembaga di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali selesaikan pesanan konsumen.
Perajin tembaga di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali selesaikan pesanan konsumen.

RADARSOLO.COM – Jelang bulan suci Ramadhan, geliat industri kreatif logam di lereng Gunung Merapi-Merbabu meningkat tajam.

Para perajin tembaga di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali kini harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan pesanan ornamen masjid bertema Islami yang datang dari berbagai penjuru tanah air.

Replika lampu Masjid Nabawi dan seni kaligrafi menjadi produk yang paling banyak diburu untuk mempercantik interior tempat ibadah menyambut bulan puasa.

Permintaan Tembus 40 Unit per Hari

Pengelola Restu Art Gallery Brury mengungkapkan, lonjakan pesanan kaligrafi sudah mulai dirasakan sejak sebulan sebelum Ramadhan.

Jika pada hari biasa pesanan hanya berkisar 10–15 unit per hari, kini jumlahnya melonjak drastis hingga 200 persen.

"Menjelang puasa ini, per hari kami bisa mendapatkan pesanan 30 sampai 40 unit kaligrafi. Mayoritas konsumen memesan ukiran tulisan Al-Fatihah dan Bismillah untuk dipajang di masjid-masjid," jelas Brury kepada radarsolo.jawapos.com, Minggu (15/2/2026).

Terkait harga, kaligrafi tembaga ukuran 40 x 80 cm dibanderol mulai Rp 600 ribu dengan masa pengerjaan 4–5 hari.

Sementara untuk ukuran jumbo (80 cm ke atas), harga dipatok mulai dari Rp 1 juta tergantung kerumitan desain.

Mewah, Awet, dan Tahan Karat

Selain kaligrafi, replika lampu Masjid Nabawi juga menjadi primadona pasar kelas atas.

Ersan, salah satu pengrajin, menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah merampungkan pesanan set lampu gantung untuk pelanggan asal Sulawesi dan Kalimantan.

Baca Juga: Waduk Jlantah Jatiyoso Digelontor Rp 180 Miliar dari Pemerintah Pusat

"Kesannya elegan dan bahan tembaga ini lebih awet serta tidak mudah berkarat. Satu set lampu biasanya terdiri dari ornamen lingkar bertuliskan kalimat syahadat atau selawat, dilengkapi belasan lampu di sekelilingnya," urai Ersan.

Pengerjaan lampu replika ini memerlukan ketelitian tinggi dengan waktu produksi 30 hingga 40 hari. Harganya pun bervariasi:

Pusat Kerajinan Tembaga yang Mendunia

Kecamatan Cepogo memang telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan logam berkualitas tinggi.

Ketahanan bahan tembaga serta hasil ukiran tangan yang detail membuat produk asal Boyolali ini terus diminati pasar nasional bahkan internasional.

Momentum Ramadhan menjadi berkah tahunan yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi para perajin lokal di wilayah tersebut. (fid) 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kerajinan tembaga #Desa cabean kunti #ramadhan #pesanan