Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hadiri Ritual Padusan di Umbul Ngabean Banyudono Boyolali, Penanggung Jawab Keraton Solo KGPA Tedjowulan Ungkap Filosofinya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 16 Februari 2026 | 14:07 WIB
Tradisi padusan jelang Ramadhan wisata air Umbul Ngabean, Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (16/2/2026).
Tradisi padusan jelang Ramadhan wisata air Umbul Ngabean, Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (16/2/2026).

RADARSOLO.COM-Nuansa sakral menyelimuti kawasan wisata air Umbul Ngabean, Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Senin (16/2/2026).

Pemkab Boyolali kembali menggelar tradisi Padusan, ritual penyucian diri yang rutin dilakukan masyarakat Jawa menjelang bulan suci Ramadhan.

Istimewanya, prosesi tahun ini dihadiri penanggung jawab Keraton Solo KGPA Tedjowulan.

Pantauan radarsolo.jawapos.com, iring-iringan kirab diawali barisan pembawa bendera dan pasukan Pakasa (Paguyuban Kawula Keraton Surakarta).

Mereka mengawal pasangan Duta Wisata Mas dan Mbak Boyolali menuju mata air peninggalan raja-raja tersebut.

Ritual Siraman Air Bunga

Puncak acara ditandai dengan prosesi siraman. KGPA Tedjowulan, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani dan Kepala Disporapar Budi Prasetyaningsih, secara simbolis membasuh Mas dan Mbak Boyolali menggunakan air bertabur bunga.

Tedjowulan menjelaskan makna filosofis di balik ritual ini. Padusan bukan sekadar mandi, melainkan simbol "ngeresiki" atau membersihkan raga (lahiriah).

“Padusan ini untuk membersihkan fisik. Sedangkan pembersihan batiniah dilakukan nanti saat menjalankan ibadah puasa. Tradisi ini harus terus dilestarikan, bila perlu ditingkatkan kualitasnya,” ujar Tedjowulan.

Ia juga sempat menyoroti kondisi fisik bangunan pemandian Umbul Ngabean.

Tedjowulan menyarankan agar Pemkab Boyolali melakukan renovasi tanpa mengubah bentuk aslinya, mengingat banyak ornamen yang sudah mulai aus termakan usia.

Tanpa Insiden Mistis

Baca Juga: Rapor Merah Laka Lantas Solo: Serdik Sespimen Polri Desak Reformasi Lima Pilar Keselamatan Jalan

Sekda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani bersyukur acara berjalan lancar dan khidmat.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat diwarnai insiden kesurupan salah satu prajurit keraton.

"Alhamdulillah cuaca mendukung dan acara lancar. Kehadiran Gusti Tedjowulan menjadi semangat bagi kami untuk terus nguri-uri (melestarikan) budaya dan introspeksi diri menyambut bulan suci," ungkap Wiwis.

Sementara itu, Mas Boyolali Atsaal Surya Hima Pratama mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam tradisi ini.

"Ini simbol suci diri. Harapannya, ibadah kita di bulan Ramadhan nanti bisa lancar dan diterima Allah SWT," tuturnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #banyudono #Tradisi Padusan #padusan #jelang ramadhan #umbul ngabean #KGPA Tedjowulan #sekda #Pemkab Boyolali #pengging