RADARSOLO.COM-Akses jalan penghubung antara Kecamatan Simo dan Kecamatan Klego , Boyolali sempat lumpuh total, Senin (16/2/2026) malam.
Hal ini disebabkan tumbangnya pohon jati berukuran besar yang menutup seluruh badan jalan di Dukuh Gumukrejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Kemacetan panjang sempat terjadi dari kedua arah sebelum tim gabungan berhasil menyingkirkan material pohon dari lokasi kejadian.
Respons Cepat Tim Gabungan
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Rima Kusuma menjelaskan bahwa laporan mengenai pohon tumbang diterima sekitar pukul 18.35 melalui kanal media sosial.
Pohon jati dengan diameter sekitar 40 sentimeter tersebut roboh akibat tanah yang melunak setelah diguyur hujan intensitas tinggi dalam durasi lama.
"Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali langsung bergerak ke lokasi bersama unsur Trantib Kecamatan Simo, Polsek, Koramil, dan warga setempat. Kami bergotong royong memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin agar jalur bisa segera terbuka," ujar Rima Kusuma, Selasa (17/2/2026).
Lalu Lintas Kembali Normal
Proses evakuasi dan pembersihan material pohon berlangsung mulai pukul 19.15 hingga 20.10.
Selama proses penanganan, kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
"Pukul 20.10, akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilewati kendaraan. Puji syukur, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini karena saat pohon roboh kondisi jalan sedang sepi," tambahnya.
Baca Juga: Kuda Api Jadi Simbol Kegigihan, Klenteng Pasar Gede Solo Dipadati Jemaat sejak Dini Hari
Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Boyolali mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur yang berbatasan langsung dengan tebing atau deretan pohon besar.
"Saat hujan deras, tanah menjadi lunak dan mudah bergerak. Kami minta masyarakat waspada terhadap potensi pohon tumbang dan tanah longsor. Jika melihat tanda-tanda bahaya di jalan, segera laporkan agar bisa diantisipasi sejak dini," pungkas Rima. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono