Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Sambut HPSN dan Jateng Asri, DLH Boyolali Gencarkan Gerakan Ramadhan Minim Sampah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:45 WIB

Aksi bersih-bersih di Boyolali sekaligus mengampanyekan ibadah Ramadhan yang minim sampah plastik.
Aksi bersih-bersih di Boyolali sekaligus mengampanyekan ibadah Ramadhan yang minim sampah plastik.

RADARSOLO.COM–Pemkab Boyolali bergerak cepat merespons Gerakan Indonesia Asri yang diamanatkan Presiden RI.

Bertepatan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali gencar menggalakkan aksi bersih-bersih sekaligus mengampanyekan ibadah Ramadhan yang minim sampah plastik.

Kepala DLH Boyolali Suraji mengungkapkan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah guna menanamkan kesadaran praktik kebersihan secara masif.

Sapu Waduk Cengklik hingga Kantor Pemerintahan

Gerakan kebersihan ini telah dimulai sejak pertengahan Februari.

Aksi bersih-bersih pertama difokuskan di area Wisata Honai, Waduk Cengklik, Desa Senting pada 14 Februari lalu.

Kemudian, pada Jumat (20/2), seluruh instansi pemerintah di Boyolali serentak melakukan aksi serupa di lingkungan kerja masing-masing sesuai edaran bupati.

"Puncak peringatan HPSN di Boyolali akan digelar serentak dengan peluncuran program Jateng Asri pada Selasa (24/2). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Tengah," jelas Suraji, Minggu (22/2/2026).

Pada hari puncak tersebut, DLH Boyolali akan memfokuskan aksi di tiga titik strategis:

Target Ramadhan: Kurangi Wadah Sekali Pakai

Selama Ramadhan, DLH menerbitkan imbauan khusus yang ditujukan kepada instansi, sekolah, pondok pesantren, hingga perusahaan.

Fokus utamanya adalah menekan penggunaan plastik sekali pakai yang biasanya melonjak selama bulan puasa.

Baca Juga: Incar Pedagang di Pasar Tradisional Klaten, 2 Perempuan Ini Dapat Untung Berlipat dari Membelanjakan Uang Palsu

"Ramadhan dan Lebaran identik dengan peningkatan konsumsi, yang berbanding lurus dengan volume sampah. Kami mengajak masyarakat untuk bijak, kurangi penggunaan wadah sekali pakai saat berbagi takjil atau berbuka puasa," kata Suraji.

Upayakan Pengurangan Sampah ke TPA Winong

Selain pengurangan plastik, masyarakat diminta aktif melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Gerakan ini diharapkan dapat memperpanjang usia pakai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winong dengan mengurangi volume sampah yang masuk secara signifikan.

"Kami berharap Boyolali dapat mewujudkan perayaan Ramadan yang lebih syahdu namun tetap bersih dan minim sampah. Kesadaran kolektif dari tingkat desa hingga kota adalah kuncinya," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#jateng asri #sambut hpsn #ramadhan #DLH Boyolali #Sampah Plastik