Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati-Wabup Boyolali Agus-Dwi: Efisiensi Anggaran Tetap menjadi Tantangan Terbesar

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:58 WIB

 Bupati Boyolali Agus Irawan (kanan) saat meninjau pembangunan pasar darurat Karanggede.
Bupati Boyolali Agus Irawan (kanan) saat meninjau pembangunan pasar darurat Karanggede.

RADARSOLO.COM-Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, Kabupaten Boyolali menunjukkan geliat pembangunan yang signifikan.

Dengan mengusung visi penguatan layanan dasar dan percepatan ekonomi, duet kepemimpinan ini berhasil mencatatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 660,3 miliar sepanjang 2025.

Bupati Agus Irawan menegaskan, pemerintahannya berfokus pada kebutuhan riil warga. Mulai dari urusan dapur (pangan), kesehatan, hingga aksesibilitas jalan.

Revolusi Layanan Publik: Mutasi Domisili hingga AI di Puskesmas

Terobosan unik dilakukan di bidang SDM dengan kebijakan mutasi berbasis kedekatan domisili.

Sebanyak 153 guru, 91 kepala sekolah, dan sejumlah tenaga kesehatan dipindahkan agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Tujuannya adalah stabilitas layanan dan peningkatan kualitas hidup ASN agar lebih maksimal melayani warga.

Di sektor kesehatan, Boyolali kini tengah menyiapkan aplikasi "Satu Sehat Boyolali" yang akan dilengkapi dengan alat cek kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) di setiap Puskesmas.

"Layanan ambulans gratis 24 jam juga sudah tersedia di 25 puskesmas, didukung jejaring 122 ambulans relawan untuk respons cepat kedaruratan," terang bupati, Minggu (22/2/2025).

Lumbung Susu dan Beras Nasional

Sebagai penopang utama ekonomi, sektor pertanian dan peternakan mencatatkan angka produksi yang impresif pada tahun 2025:

"Sektor ini adalah basis penguatan PAD kami. Distribusi pupuk bersubsidi juga telah mencapai 98,73 persen, memastikan petani mendapatkan haknya tepat waktu," tegas Bupati.

Akselerasi Infrastruktur: 96 KM Jalan dan 2.058 Unit RTLH

Pembangunan fisik selama satu tahun terakhir diarahkan pada peningkatan mobilitas warga.

Tercatat, perbaikan jalan dilakukan sepanjang 86,2 km (aspal) dan 9,8 km (rigid), serta perbaikan 10 jembatan.

Selain jalan, pemerintah juga menyentuh aspek hunian dan sanitasi:

Optimisme Menghadapi Tantangan

Agus mengakui efisiensi anggaran tetap menjadi tantangan terbesar.

Fokus koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan guna memastikan program tidak hanya selesai secara administratif, tetapi berdampak nyata di lapangan.

"Kami ingin perubahan ini menetap. Tantangan terbesar adalah memastikan pelaksanaan di lapangan rapi dan tepat sasaran agar dampak program benar-benar dirasakan warga Boyolali," pungkasnya. (fid)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#capaian bupati boyolali agus irawan #efisiensi anggaran #Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana #satu tahun kepemimpinan bupati boyolali agus irawan #kesehatan