RADARSOLO.COM-Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, Kabupaten Boyolali menunjukkan geliat pembangunan yang signifikan.
Dengan mengusung visi penguatan layanan dasar dan percepatan ekonomi, duet kepemimpinan ini berhasil mencatatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 660,3 miliar sepanjang 2025.
Bupati Agus Irawan menegaskan, pemerintahannya berfokus pada kebutuhan riil warga. Mulai dari urusan dapur (pangan), kesehatan, hingga aksesibilitas jalan.
Revolusi Layanan Publik: Mutasi Domisili hingga AI di Puskesmas
Terobosan unik dilakukan di bidang SDM dengan kebijakan mutasi berbasis kedekatan domisili.
Sebanyak 153 guru, 91 kepala sekolah, dan sejumlah tenaga kesehatan dipindahkan agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
Tujuannya adalah stabilitas layanan dan peningkatan kualitas hidup ASN agar lebih maksimal melayani warga.
Di sektor kesehatan, Boyolali kini tengah menyiapkan aplikasi "Satu Sehat Boyolali" yang akan dilengkapi dengan alat cek kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) di setiap Puskesmas.
"Layanan ambulans gratis 24 jam juga sudah tersedia di 25 puskesmas, didukung jejaring 122 ambulans relawan untuk respons cepat kedaruratan," terang bupati, Minggu (22/2/2025).
Lumbung Susu dan Beras Nasional
Sebagai penopang utama ekonomi, sektor pertanian dan peternakan mencatatkan angka produksi yang impresif pada tahun 2025:
- Beras: 145.950 ton.
- Jagung: 149.883 ton.
- Daging Sapi: 12.866 ton.
- Susu: 37.123.508 liter.
"Sektor ini adalah basis penguatan PAD kami. Distribusi pupuk bersubsidi juga telah mencapai 98,73 persen, memastikan petani mendapatkan haknya tepat waktu," tegas Bupati.
Akselerasi Infrastruktur: 96 KM Jalan dan 2.058 Unit RTLH
Pembangunan fisik selama satu tahun terakhir diarahkan pada peningkatan mobilitas warga.
Tercatat, perbaikan jalan dilakukan sepanjang 86,2 km (aspal) dan 9,8 km (rigid), serta perbaikan 10 jembatan.
Selain jalan, pemerintah juga menyentuh aspek hunian dan sanitasi:
- RTLH: Rehabilitasi 2.058 unit Rumah Tidak Layak Huni.
- Air Bersih: Pembangunan 25 unit SPAM dan 8 unit sumur uji.
- Pendidikan: Perbaikan sarana belajar di 58 sekolah.
Optimisme Menghadapi Tantangan
Agus mengakui efisiensi anggaran tetap menjadi tantangan terbesar.
Fokus koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan guna memastikan program tidak hanya selesai secara administratif, tetapi berdampak nyata di lapangan.
"Kami ingin perubahan ini menetap. Tantangan terbesar adalah memastikan pelaksanaan di lapangan rapi dan tepat sasaran agar dampak program benar-benar dirasakan warga Boyolali," pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono