RADARSOLO.COM– Ketenangan waktu sahur keluarga Kus Prianto, warga Rejosari RT 03 RW 07, Kecamatan Karanggeneng, Boyolali terusik oleh kemunculan tamu tak diundang.
Seekor ular piton berukuran besar ditemukan berada di dapur rumah mereka, Selasa (24/2/2026) dini hari sekira pukul 03.00.
Beruntung, petugas Damkar Satpol PP Boyolali segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi sebelum ular tersebut memangsa hewan ternak milik warga.
Kepergok saat Siapkan Sahur
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, ular tersebut kali pertama diketahui oleh ibu dari Kus Prianto.
Saat itu, pemilik rumah hendak menyiapkan makan sahur dan curiga mendengar suara gaduh dari arah belakang.
“Mau sahur kok ayamnya kelabakan, ternyata di bawahnya sudah ada ularnya. Lokasi kandang ayamnya itu di ruang belakang, dekat dapur. Beruntung belum sempat memangsa ayam,” jelas Supriyono, Selasa (24/2).
Petugas Damkar yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi.
Meski pelapor tidak mengetahui secara pasti jenis ularnya dan hanya menyebut berukuran besar, petugas menyimpulkan ular tersebut adalah jenis piton atau sanca kembang berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan.
Sempat Melakukan Perlawanan
Proses evakuasi ular sepanjang kurang lebih 2,5 meter tersebut sempat mengalami kendala.
Ular melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas di bawah kandang ayam.
Baca Juga: Pemkab Wonogiri Urun Satu Bus Mudik Gratis, Diberangkatkan dari Jakarta 17 Maret 2026
Namun, berkat kesigapan personel di lapangan, ular akhirnya berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam karung untuk dibawa ke Pos Damkar.
Rencananya, ular tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman penduduk.
Evakuasi Meningkat Sejak Awal Tahun
Supriyono mengungkapkan bahwa kasus masuknya hewan liar ke pemukiman warga cukup tinggi dalam dua bulan terakhir.
Sejak awal Januari hingga saat ini, Damkar Boyolali telah mengevakuasi kurang lebih 50 ekor ular.
“Ularnya macam-macam, ada piton, kobra, king koros, hingga ular sawah. Fenomena ini dipengaruhi faktor cuaca. Selain ular, kami juga sering mengevakuasi sarang tawon dan biawak,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono