RADARSOLO.COM-Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB memicu terjadinya bencana banjir luapan dan tanah longsor.
Tiga desa dilaporkan terdampak parah akibat cuaca ekstrem tersebut, yakni Desa Teter, Desa Gunung, dan Desa Talakbroto.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Rima Kusuma mengungkapkan, banjir luapan di Desa Teter dipicu oleh adanya proyek rehabilitasi Bendungan Ngudi Cukup di Dukuh Jaten.
Ia menjelaskan, peninggian struktur bendungan sekitar 20 hingga 25 sentimeter berdampak pada meluapnya air sungai dengan cepat ke wilayah permukiman warga.
Rumah Terendam dan Ternak Hanyut
Akibat luapan tersebut, sejumlah rumah warga di Desa Teter terendam air hingga setinggi perut orang dewasa.
Bangunan yang terdampak meliputi rumah milik Aldino Irawan dan Cepi di kawasan RT 02/RW 01, kediaman A. Syarifudin dan Slamet di RT 04/RW 01, serta area makam Kyai Ahmad Darum.
Selain merendam rumah, banjir juga menghanyutkan sekitar 30 ekor ayam ternak, merusak tanaman kebun, serta merendam barang-barang berharga dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp7,5 juta.
Rima menambahkan bahwa saat kejadian, tidak ada warga yang berani membuka pintu pembuangan air bendungan karena debit air sudah terlanjur naik dan membanjiri perkebunan.
Setelah banjir surut, masyarakat setempat bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa material banjir.
Longsor dan Sawah Terendam
Sementara itu, hujan lebat di Desa Gunung memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah titik.
Material longsor dan talut yang roboh dilaporkan menutupi akses jalan penghubung antara Dukuh Gunung dan Dukuh Jogomarto.
Air sungai yang meluap di wilayah ini juga merendam areal persawahan sehingga mengancam tanaman padi milik warga yang sudah siap panen.
Kondisi darurat serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Talakbroto.
Rima merinci bahwa di wilayah tersebut terdapat talut yang roboh di Dukuh Krambilsawit serta tanggul saluran air yang jebol di kawasan Dukuh Talakbroto.
Bencana di desa ini mengakibatkan kerusakan parah pada tanaman padi, hancurnya sebuah jembatan akses di Dukuh Pengkol, hingga hilangnya satu unit sepeda motor milik warga akibat terseret derasnya arus banjir. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono