Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Warga Selo Boyolali Hilang Saat Cari Kayu Bakar di Sungai Apu, BPBD Gelar Operasi SAR

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:34 WIB

Pencarian mahasiswi UNS yang diduga loncat dari Jembatan Jurug terus dilakukan, Basarnas kerahkan alat deteksi bawah air.
Pencarian mahasiswi UNS yang diduga loncat dari Jembatan Jurug terus dilakukan, Basarnas kerahkan alat deteksi bawah air.

RADARSOLO.COM-Seorang wanita paruh baya bernama Yatin (56) dilaporkan hilang di kawasan Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (3/3/2026) sore.

Saat kejadian, dia sedang mencari kayu bakar di sekitar area aliran Sungai Apu.

Tinggalkan Barang Bawaan di Tepi Sungai

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali, Suratno, mengungkapkan kronologi kejadian bermula dari keterangan seorang saksi mata bernama Purwadi.

Saksi tersebut sempat melihat korban sedang mencari kayu bakar di area Sungai Apu pada pukul 16.00 WIB.

Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, kawasan tersebut diguyur hujan lebat yang memicu terjadinya banjir arus deras di Sungai Apu.

Pada saat itulah, saksi sudah tidak lagi melihat keberadaan korban di lokasi semula.

Di titik duga hilangnya korban, warga hanya menemukan tumpukan kayu, selembar selendang, dan tas milik Yatin yang tertinggal.

Menyadari kejanggalan tersebut, warga setempat berinisiatif melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi penemuan barang sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Karena upaya penyisiran tersebut tidak membuahkan hasil (nihil), warga segera melaporkan insiden ini kepada pihak BPBD Boyolali.

Operasi SAR Gabungan dan Pendirian Posko

Suratno menambahkan bahwa korban diketahui memiliki kondisi khusus sebagai penyandang disabilitas rungu (tunarungu).

Baca Juga: Empat Pejabat di Dinas Strategis Dilantik, Bupati Sragen Pastikan Tidak Ada yang Setor Uang

Selain itu, warga sekitar juga menyebut bahwa korban memang memiliki kebiasaan pulang larut malam setiap kali pergi mencari kayu bakar.

Meski demikian, kondisi cuaca ekstrem dan temuan barang bawaan di tepi sungai membuat tim harus bergerak cepat mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Merespons laporan warga, BPBD Boyolali langsung melakukan persiapan untuk menggelar operasi Search and Rescue (SAR) gabungan yang diawali dengan pendirian posko lapangan.

Proses pencarian resmi berskala penuh mulai diterjunkan pada Rabu (4/3/2026) pukul 08.00 WIB.

Pihak BPBD memastikan akan memberikan dukungan logistik serta pengerahan personel secara maksimal untuk menyisir aliran sungai dan menemukan keberadaan korban. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Boyolali #BPBD Boyolali #selo #tlogolele #orang hilang