Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hujan Deras di Lereng Merapi Picu Longsor, Akses Jalan 60 KK di Desa Lencoh Boyolali Sempat Terputus

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:25 WIB

 Alat berat BPBD Boyolali bersihkan material longsor di akses jalan utama antardukuh di Desa Lencoh, Selo. Foto kanan warga di lokasi kejadian.
Alat berat BPBD Boyolali bersihkan material longsor di akses jalan utama antardukuh di Desa Lencoh, Selo. Foto kanan warga di lokasi kejadian.

RADARSOLO.COM-Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng Gunung Merapi sejak Rabu (4/3/2026) siang hingga malam memicu bencana tanah longsor di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali.

Dampaknya, akses jalan utama warga yang menghubungkan antardukuh sempat terputus total karena tertutup material tebing yang ambrol.

Tebing Ambrol Tutup Akses 60 KK

Subagiyo, warga Lencoh mengungkapkan, hujan deras tanpa henti melanda kawasan tersebut sejak pukul 14.45.

Tebing di sisi jalan penghubung utama antara Dukuh Kedung dan Dukuh Cangkol diduga longsor pada tengah malam akibat tidak kuat menahan resapan air.

Kejadian tersebut baru diketahui pada Kamis (5/3/2026) pagi saat ada warga yang hendak mengantar anaknya berangkat ke sekolah dan mendapati akses jalan sudah tidak bisa dilewati.

Kepala Desa Lencoh Sutarno menjelaskan, meski titik longsor berada cukup jauh dari kawasan permukiman, material yang menutup jalan tersebut membuat mobilitas sekitar 60 kepala keluarga (KK) di Dukuh Kedung lumpuh sementara.

Warga yang hendak beraktivitas terpaksa tertahan karena timbunan material tidak memungkinkan untuk diterobos oleh kendaraan.

Evakuasi Material Libatkan Alat Berat

Merespons kejadian tersebut, relawan Tim Siaga Desa (TSD) Lencoh Sutono mengatakan, warga langsung melapor kepada perangkat desa untuk meminta bantuan alat berat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Menurutnya, material longsoran berupa tanah gembur dan bebatuan tersebut menumpuk dengan ketebalan mencapai satu hingga dua meter.

Curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah di lereng Merapi menjadi jenuh air dan mudah bergerak.

Baca Juga: Solo Menuju Kota Paling Toleran: FKUB dan Pemkot Solo Ajak Media Suarakan Keharmonisan

Beruntung, insiden tebing ambrol ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Sembari menunggu ekskavator tiba, warga setempat sempat bergotong royong menyingkirkan material semampunya dengan alat seadanya.

Berkat kerja sama antara warga, relawan, dan pengerahan alat berat dari BPBD Boyolali, akses jalan akhirnya kembali terbuka dan bisa dilewati secara normal pada pukul 13.30.

Proses penanganan kedaruratan tersebut diakhiri dengan pemadatan sisa tanah serta penyemprotan badan jalan menggunakan air agar tidak licin dan membahayakan pengendara yang melintas. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#lereng merapi #Boyolali #selo #Desa Lencoh #hujan deras #longsor