Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bahaya! Jembatan Jalan Tape di Mojosongo Boyolali Menggantung Tanpa Penopang

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:28 WIB

Kondisi terbaru jembatan di ruas Jalan Tape, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Kondisi terbaru jembatan di ruas Jalan Tape, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

RADARSOLO.COM - Kondisi jembatan di ruas Jalan Tape, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, sangat mengkhawatirkan.

Sebagian fondasi jembatan pada sisi timur bagian selatan dilaporkan ambrol akibat tergerus derasnya aliran sungai, yang menyebabkan sebagian badan jembatan kini dalam kondisi menggantung tanpa penopang.

Fondasi Menggantung Tergerus Arus

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo membenarkan kondisi kritis infrastruktur tersebut.

Ia menjelaskan bahwa struktur fondasi diduga kuat longsor setelah dihantam peningkatan debit dan arus sungai menyusul hujan deras yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

"Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada Sabtu (7/3/2026) kemarin. Saat ini laporan rincinya sedang disusun," jelas Joko saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026).

Menyikapi potensi bahaya ambruknya jembatan tersebut, DPUPR langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali guna memberlakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas secepatnya.

Tutup Akses Roda Empat

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Boyolali Ragil Pambudi menyatakan, akses melintasi jembatan di Jalan Tape saat ini telah ditutup sementara, khususnya bagi kendaraan roda empat atau lebih, karena dinilai sangat membahayakan.

Penutupan akses tersebut diberlakukan mulai dari segmen Museum R. Hamong Wardoyo hingga area pertigaan pertemuan antara Jalan Tape dengan Jalan Raden Mas Said.

Meski demikian, Ragil memastikan bahwa penutupan jalan tidak dilakukan secara total.

Warga yang bermukim atau beraktivitas di sekitar lokasi—yang padat dengan permukiman, showroom mobil, serta kafe—masih diperbolehkan melintas asalkan tidak melewati titik jembatan yang rusak.

Baca Juga: Rumpun Bambu Longsor Sumbat Sungai Siluwur, Relawan Turun Tangan Membersihkan, Crane Swadaya Warga Ikut Terjun

Untuk menunjang pengalihan arus lalu lintas tersebut, Dishub Boyolali telah memasang dua unit rambu petunjuk jalan ditutup di titik-titik persimpangan strategis.

Selain itu, petugas juga menyiagakan empat blokade (barrier) di sejumlah titik jalan dan enam barrier tambahan yang dipasang memblokir area jembatan yang menggantung demi menjaga keselamatan warga dan mencegah terjadinya kecelakaan. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Fondasi #Boyolali #menggantung #ambrol #jembatan jalan tape #mojosongo