Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Imbas Konflik Timur Tengah, Puluhan Calon Jemaah Umrah Boyolali Minta Refund dan Reschedule

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:43 WIB

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Boyolali Sauman.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Boyolali Sauman.

RADARSOLO.COM-Eskalasi konflik yang tengah melanda kawasan Timur Tengah berimbas pada pelaksanaan ibadah umrah.

Dampak ketegangan geopolitik tersebut mulai dirasakan di Kabupaten Boyolali, di mana sejumlah calon jemaah terpaksa mengajukan pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan demi alasan keselamatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Boyolali Sauman mengungkapkan, saat ini sudah ada dua Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang melaporkan pengajuan penundaan jadwal.

Dari kedua biro perjalanan tersebut, masing-masing terdapat 22 dan 8 jemaah yang meminta reschedule keberangkatan.

Selain permintaan penjadwalan ulang, Sauman mencatat terdapat 19 calon jemaah yang memutuskan untuk menarik kembali dananya atau melakukan refund.

Secara keseluruhan, para calon jemaah yang belum terjadwal ini memilih untuk menunda ibadah sembari menunggu situasi keamanan di Timur Tengah benar-benar kembali stabil.

Terkait jadwal pengganti bagi jemaah yang melakukan reschedule, Sauman mengaku belum bisa memberikan tanggal pasti karena masih harus memantau perkembangan meredanya konflik.

Meskipun dinamika di Timur Tengah memicu kekhawatiran calon jemaah di tanah air, Sauman memastikan, jemaah umrah asal Boyolali yang saat ini sudah berangkat terpantau dalam kondisi aman.

Ia menegaskan tidak ada satu pun jemaah yang tertahan atau telantar di negara transit akibat imbas penutupan ruang udara.

Menurutnya, seluruh jemaah asal Boyolali diterbangkan menggunakan layanan penerbangan langsung tanpa melakukan transit di luar wilayah Jeddah maupun Madinah.

Maskapai penerbangan yang digunakan para jemaah, seperti Garuda Indonesia dan Lion Air, dipastikan menggunakan rute udara yang aman dan sama sekali tidak melintasi wilayah udara negara-negara yang tengah berkonflik.

Baca Juga: Ini Update Dua Kubu di Keraton Surakarta: Tedjowulan Inventarisasi Aset, Purbaya Beri Beasiswa Misi Budaya

Sauman menambahkan bahwa batas waktu pelaksanaan ibadah umrah pada musim ini akan segera ditutup pada 8 April 2026 untuk menyambut persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

Kendati demikian, ia memastikan tidak ada jadwal keberangkatan jemaah umrah asal Boyolali pada bulan April mendatang.

Saat ini, Kemenag Boyolali terus memantau rombongan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Rombongan terbaru diketahui tiba di Tanah Suci pada 4 Maret lalu dan dijadwalkan terbang kembali ke Tanah Air pada 23 Maret 2026.

"Kami berharap jemaah umrah dari Boyolali dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Kami juga terus memantau situasi serta perkembangan di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan seluruh jemaah hingga kembali ke Tanah Air," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kemenag #Reschedule #Boyolali #jemaah umrah #pengembalian uang #Refund #penjadwalan ulang