RADARSOLO.COM- Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali telah mematangkan sejumlah langkah strategis guna mengamankan arus mudik Lebaran 2026.
Fokus utama pengamanan tahun ini adalah meningkatkan kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan 60 personel khusus.
Pasukan ini akan bertugas penuh memantau kondisi lalu lintas, melakukan patroli di jalur utama maupun alternatif, serta mengatur arus kendaraan di sejumlah titik yang rawan mengalami kemacetan parah.
Fokus Titik Rawan dan Penambahan Penerangan
Dalam operasi tahun ini, Dishub Boyolali memberikan perhatian ekstra pada penanganan titik rawan kecelakaan (black spot) serta pengawasan intensif di sejumlah titik langganan macet.
Beberapa lokasi yang masuk dalam radar pengawasan ketat antara lain:
- Simpang Bangak
- Persimpangan Sunggingan
- Kawasan Pasar Ampel
- Akses menuju Gerbang Tol (GT) Banyudono dan GT Boyolali
Untuk menunjang keselamatan berkendara di malam hari, petugas juga disiagakan guna memastikan optimalisasi operasional lampu lalu lintas (traffic light) pada simpul-simpul utama.
"Kami juga melakukan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya pada ruas Ampel–Sruwen. Penambahan ini difokuskan di titik Jalan Baru, kawasan Urut Sewu, sekitar Abi Umi–Rumah Potong Hewan (RPH), serta pertigaan arah Tanduk," jelas Insan.
Ratusan Sarana Pengatur Lalu Lintas Diterjunkan
Selain kesiapan personel dan infrastruktur penerangan, Dishub Boyolali juga telah mendistribusikan berbagai sarana dan perlengkapan rekayasa lalu lintas ke jalur utama maupun jalur alternatif.
Insan merinci, peralatan yang diterjunkan meliputi:
- 363 unit kerucut lalu lintas (traffic cone)
- 155 unit pembatas jalan (water barrier)
- 64 unit barikade jalan
- 23 unit gazon (pembatas drum)
Langkah ini turut dibarengi dengan pemasangan rambu petunjuk jalur alternatif, rambu pengalihan arus, serta rambu peringatan daerah rawan di sejumlah titik strategis.
Hal ini diharapkan dapat membantu kelancaran distribusi arus kendaraan agar tidak menumpuk di jalur utama.
Insan mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan sangat matang.
Termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.
"Patuhilah rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Jangan ragu memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan guna menjaga kelancaran serta keselamatan perjalanan bersama selama periode Angkutan Lebaran 2026 ini," tuturnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono