Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemudik Lewat Boyolali Wajib Tahu! Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatif Istirahat Tol Trans-Jawa

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 17 Maret 2026 | 14:41 WIB

Anggota Satlantas Polres Boyolali pantau lalu lintas arus Mudik Lebaran 2026.
Anggota Satlantas Polres Boyolali pantau lalu lintas arus Mudik Lebaran 2026.

RADARSOLO.COM – Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Boyolali terpantau masih relatif lancar hingga Selasa (17/3/2026) siang.

Pihak kepolisian memprediksi puncak kepadatan volume kendaraan, baik di ruas jalan tol maupun jalur arteri, baru akan terjadi pada Rabu dan Kamis (18–19 Maret 2026) besok.

Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Tri Afandi melalui KBO Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo membenarkan bahwa kondisi pergerakan lalu lintas saat ini belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Untuk arus kendaraan, baik di jalur tol maupun arteri wilayah Boyolali, saat ini masih kami kategorikan lancar dan terkendali," jelas Iptu Budi Purnomo saat dimintai keterangan, Selasa (17/3/2026).

Imbas One Way dan Jam Rawan Buka Puasa

Budi menjelaskan, prediksi puncak arus mudik pada Rabu dan Kamis besok sejalan dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta, yang dijadwalkan mulai berlaku secara bertahap pada siang hari ini.

Meski demikian, jadwal penerapan one way tersebut masih bersifat dinamis menyesuaikan situasi volume kendaraan di lapangan.

Terkait pemetaan titik rawan kemacetan, Budi menyoroti potensi penumpukan kendaraan yang biasa terjadi di Km 485, tepatnya menjelang pintu masuk Rest Area Km 487 A (jalur Semarang menuju Solo).

“Perlambatan arus di titik ini biasanya terjadi secara masif pada jam-jam menjelang waktu berbuka puasa, karena banyak pengendara yang serentak menepi dan antre ingin masuk ke dalam rest area,” tambahnya.

Tim Urai dan Alternatif Rest Area

Guna mencairkan antrean panjang di sekitar kawasan Rest Area Km 487, Satlantas Polres Boyolali telah menyiapkan sejumlah langkah taktis:

Menerjunkan Tim Urai: Pasukan khusus akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan mencegah penumpukan di bahu jalan pintu masuk area istirahat.

Baca Juga: Andrei Alba Adaptasi Kilat di Persis Solo, Ritme Pertandingan Jadi Tantangan

Pemasangan Rambu Tambahan: Rambu imbauan portabel dipasang jauh sebelum titik kemacetan agar pemudik bisa mengambil ancang-ancang lajur.

Pengalihan Tempat Istirahat: Apabila kapasitas Rest Area Km 487 sudah dinyatakan penuh, pemudik dipersilakan melanjutkan perjalanan ke Rest Area terdekat berikutnya di Km 519 Sragen.

Opsi lainnya, pemudik bisa keluar sejenak di gerbang tol terdekat, yakni Gerbang Tol (GT) Banyudono, untuk mencari masjid atau rumah makan, lalu kembali masuk tol.

Aturan Ketat Truk Sumbu Tiga

Selain mengatur sirkulasi kendaraan pribadi, Budi juga mengingatkan kembali soal aturan tegas terkait pembatasan operasional angkutan barang (truk).

"Kendaraan angkutan barang, terutama yang bersumbu tiga ke atas, sudah dilarang beroperasi melintasi jalur ini sejak tanggal 13 Maret lalu, dan aturan ini berlaku hingga tanggal 29 Maret 2026 mendatang. Pengecualian operasional hanya diberikan kepada angkutan logistik yang membawa sembako, hewan ternak, susu murni, serta BBM," tegasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#one way #polres boyolali #rest area #jalur alternatif #Tol Trans Jawa #Pemudik #rawan macet