RADARSOLO.COM – Aksi kebut-kebutan di jalan umum kembali meresahkan warga Kabupaten Boyolali.
Kali ini, puluhan pemuda nekat menjadikan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Gedung DPRD Boyolali, sebagai sirkuit adu cepat pada Selasa (17/3/2026) sore.
Berdasarkan pantauan radarsolo.jawapos.com di lokasi, sejumlah remaja tampak silih berganti memacu kendaraan roda duanya dari arah timur maupun sebaliknya.
Mereka tanpa ragu menggeber motor dengan kecepatan tinggi tepat di tengah lalu lalang pengguna jalan umum di kawasan kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali tersebut.
Pamer Atraksi di Jalanan Ramai
Para pebalap liar juga nekat melakukan atraksi berbahaya dengan mengangkat ban depan sepeda motornya (wheelie) di jalan tersebut.
Aksi nekat para remaja ini memicu keresahan yang mendalam bagi masyarakat.
Setidaknya, ada beberapa faktor utama yang membuat warga sekitar dan pengguna jalan merasa sangat terganggu:
- Ancaman Keselamatan: Aksi ini sangat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang fatal, baik bagi para pelaku balap liar itu sendiri maupun pengguna jalan lain yang sedang melintas secara normal.
- Polusi Suara: Suara bising dan memekakkan telinga dari raungan knalpot kendaraan sangat mengganggu kenyamanan serta waktu istirahat warga setempat.
- Mengganggu Ketertiban Publik: Jalan protokol di area kompleks pemerintahan yang seharusnya tertib dan aman berubah menjadi titik yang rawan untuk dilewati.
Salah seorang warga sekitar, Mulyawan, mengaku resah dengan kembali maraknya aksi balapan di kawasan kantor terpadu tersebut.
“Sering terjadi seperti ini. Berisik sekali dan pastinya membahayakan juga. Takutnya nanti ada pengguna jalan yang tertabrak dan terjadi kecelakaan,” keluhnya.
Kucing-Kucingan dengan Petugas
Sebagai catatan, pihak kepolisian dari Polres Boyolali sebenarnya belum lama ini sempat turun tangan membubarkan paksa aksi kebut-kebutan di kawasan yang sama.
Dalam operasi penertiban tersebut, petugas bahkan berhasil mengamankan beberapa unit kendaraan yang diduga kuat digunakan untuk ajang balap liar.
Sayangnya, tindakan tegas tersebut tampaknya belum memberikan efek jera yang maksimal, sehingga aksi kucing-kucingan di lokasi serupa kembali terjadi.
Merespons kondisi ini, warga setempat mendesak aparat untuk meningkatkan patroli dan memperketat pengawasan di kawasan kompleks Pemkab Boyolali demi mengembalikan keamanan dan ketertiban lingkungan. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono