Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Toleransi di Boyolali: Warga Lintas Agama Meriahkan Pawai Ogoh-ogoh Nyepi di Gumukrejo Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 18 Maret 2026 | 16:39 WIB

Antusiasme warga lintas agama memeriahkan pawai ogoh-ogoh menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Teras, Boyolali, Rabu (18/3/2026).
Antusiasme warga lintas agama memeriahkan pawai ogoh-ogoh menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Teras, Boyolali, Rabu (18/3/2026).

RADARSOLO.COM - Warga Dukuh Ngledok, Desa Gumukrejo, Teras, Boyolali, kembali menunjukkan tingginya toleransi antarumat beragama.

Hal ini terlihat dari antusiasme warga lintas agama, baik Hindu, Islam, maupun Kristen, yang membaur memeriahkan pawai ogoh-ogoh menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Gumukrejo Joko Suparji menjelaskan, pawai ini merupakan rangkaian ibadah untuk menyucikan diri.

Terdapat dua patung raksasa yang diarak, yakni Bakhasura dan Aristhasura, yang menyimbolkan keburukan.

Puncak acara ditandai dengan pembakaran kedua ogoh-ogoh tersebut.

"Maknanya adalah membakar sifat angkara murka, iri dengki, dan kejahatan yang harus dimusnahkan dari dalam diri kita," ungkap Joko.

Selain patung raksasa, pawai juga dimeriahkan dengan arak-arakan tiga gunungan hasil bumi sebagai simbol kemakmuran.

Usai diarak keliling desa, gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga sekitar yang sudah antusias menunggu di pinggir jalan.

Joko menambahkan, perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema Vasudewa Kutumbakam yang berarti seluruh dunia adalah satu keluarga.

Tema ini sangat relevan dengan kondisi Dukuh Ngledok, di mana pemeluk tiga agama berbeda bisa hidup berdampingan secara damai dan saling membantu.

"Kita semua adalah saudara walaupun berbeda keyakinan. Kita adalah keluarga besar Tuhan," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gumukrejo #pawai #Boyolali #teras #lintas agama #ogoh ogoh #toleransi