Kondisi Jembatan bambu yang menghubungkan perbatasan Desa Dukuh dan Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali. (DLH BOYOLALI)RADARSOLO.COM- Jembatan bambu yang menghubungkan perbatasan Desa Dukuh dan Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, roboh.
Ambruknya akses penyeberangan tersebut kini menghambat aliran Sungai Umbul Sungsang lantaran material jembatan menjerat tumpukan sampah dedaunan dan potongan dahan kayu dalam jumlah besar.
Merespons kondisi darurat tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Suraji memastikan pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Empat Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Klaten Terapkan Sistem Sweeping Vaksinasi ke Rumah Warga
"Kami telah melakukan peninjauan lapangan dan berkoordinasi intensif dengan Camat Banyudono, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BPBD Boyolali, serta instansi terkait lainnya untuk segera menyusun rencana pembersihan sampah dan penanganan jembatan," jelas Suraji kepada radarsolo.jawapos.com, Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan hasil observasi, Suraji membeberkan, jembatan kayu dan bambu yang berlokasi di sebelah barat jembatan selatan Pasar Pengging tersebut sudah dalam kondisi lapuk dan patah, sehingga mustahil untuk diperbaiki.
Terkait langkah penanganan, DLH Boyolali telah merancang skema pembersihan gotong royong dengan rincian sebagai berikut:
-
Pihak yang Terlibat: Pemdes Dukuh, Pemdes Bendan, Pemdes Jembungan, Koramil, Polsek Banyudono, serta elemen relawan dan komunitas peduli sungai setempat.
-
Metode Evakuasi: Pembersihan akan menggunakan perahu karet dan penarikan tali karena akses untuk menurunkan alat berat ke lokasi sangat terbatas.
-
Tantangan Medan: Tingkat kedalaman air di titik lokasi mencapai lebih dari 2 meter, sehingga proses evakuasi membutuhkan tenaga khusus yang mahir berenang.
Suraji memperkirakan, volume tumpukan sampah dan dahan pohon yang tersangkut di puing jembatan mencapai sekitar 2 truk dump.
Jika tidak segera ditangani, tumpukan material tersebut tidak hanya akan merusak pemandangan, tetapi juga membawa ancaman bencana yang lebih serius.
"Dikhawatirkan jika turun hujan deras, sumbatan ini dapat memicu luapan air sungai yang merendam sekitarnya, bahkan bisa menyebabkan erosi tanah di bantaran sungai sekitar jembatan," tegasnya.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Persis Solo, Muhammad Riyandi Sudah Ikut Berlatih Usai Insiden Mengerikan
Suraji tak lupa mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah.
"Tolong jangan membuang sampah sembarangan ke sungai karena dampaknya sangat fatal, bisa memicu banjir dan longsor. Mari kita jaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar kita," pintanya.
Kabid Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Keanekaragaman Hayati DLH Boyolali Teguh Tri Kuncoro menambahkan, tumpukan sampah yang dibiarkan membusuk di sungai akan membawa dampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.
"Sampah organik dan non-organik yang membusuk di sana akan menjadi sarang bagi vektor pembawa penyakit. Belum lagi aroma tak sedap yang ditimbulkannya pasti akan sangat mengganggu kenyamanan permukiman warga," pungkas Teguh. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono