Wapres Gibran di sela bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An-Najah di Dawar, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (27/3/2026). ABDUL KHOFID/RADAR SOLORADARSOLO.COM- Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Boyolali, Jumat (27/3/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi jujukan utamanya adalah Pondok Pesantren An-Najah di Dawar, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB, kehadiran Gibran disambut antusias para santri dan warga setempat yang telah berbaris rapi.
Baca Juga: Menikmati Sensasi Nyumik! Pedasnya Sambal Bawang Legendaris Warung Mak Cumik Eromoko Wonogiri
Dalam kesempatan tersebut, Wapres bersalaman dengan warga serta membagikan buku dan alat tulis kepada anak-anak yang hadir di sekitar area pondok.
Setelah menyapa warga, Gibran disambut hangat Pengasuh Ponpes An-Najah K.H. Abdul Hamid beserta Bupati Boyolali Agus Irawan.
Rombongan kemudian masuk ke kediaman pengasuh pondok untuk berbincang hingga memasuki waktu salat Jumat.
Menjelang Salat Jumat, Wapres didampingi K.H. Abdul Hamid bergeser ke Masjid Baitul Muslimin yang berjarak sekitar 500 meter dari area ponpes.
Usai menunaikan Salat Jumat, Gibran tampak membagikan bingkisan berupa sarung dan peci kepada para jamaah masjid.
Namun, di sela-sela kunjungannya yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut, Gibran irit bicara.
Baca Juga: Sering Mengantuk setelah Makan? Kepala Puskesmas Nogosari Boyolali Beberkan Penyebab Ilmiahnya
Ia memilih tidak merespons pertanyaan yang dilontarkan oleh awak media terkait kunjungannya ke ponpes setempat, termasuk saat ditanya mengenai isu minyak yang tengah ramai diperbincangkan.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes An-Najah, K.H. Abdul Hamid, mengungkapkan, kedatangan Gibran murni untuk silaturahmi.
"Kemarin siang kami baru dapat info kalau beliau (Wapres) mau ke sini. Tentu senang sekali, apalagi bagi saya yang merasa hanya orang cilik," ungkap K.H. Abdul Hamid, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Jembatan Bambu di Banyudono Boyolali Ambruk, Volume Sampah yang Tersangkut Capai 2 Truk
Dalam pertemuan tersebut, K.H. Abdul Hamid membeberkan bahwa dirinya menitipkan pesan kebangsaan kepada Wapres Gibran, khususnya mengenai:
-
Pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
-
Memelihara kerukunan dan kekompakan antarelemen masyarakat.
Menurutnya, Indonesia bisa mencapai kemerdekaan karena adanya persatuan yang kuat dari para pahlawan pendiri bangsa.
"Tadi saat berbincang, justru lebih banyak membahas tentang pembangunan di Boyolali bersama Pak Bupati. Kalau dengan Wapres, saya cuma menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga kesatuan dan kekompakan bangsa," tutur K.H. Abdul Hamid. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono