Kondisi jembatan penghubung di Jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM - Kondisi memprihatinkan jembatan penghubung di Jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Boyolali segera mendapat penanganan serius.
Akibat sebagian fondasi dan badan jembatan yang ambrol tergerus derasnya air sungai, Pemkab Boyolali tengah merancang perbaikan menyeluruh agar jalur tersebut kembali aman dilalui.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, jembatan tersebut kondisinya sudah sangat tidak aman.
"Sudah dilakukan survei lapangan terkait kerusakan jembatan di ruas tersebut, dan direncanakan akan segera dilakukan perbaikan menyeluruh," jelas Joko saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, Minggu (29/3/2026).
Joko membeberkan bahwa kerusakan akibat gerusan air pascalongsor dan hujan deras menuntut penanganan segera.
Tercatat, kurang lebih 40 persen fondasi serta badan jembatan telah hilang terbawa arus.
Lantai jembatan di bagian hilir tergerus, dan sebagian abutment (bangunan bawah jembatan) mengalami kerusakan parah sehingga sangat membahayakan jika dilewati kendaraan roda empat atau lebih.
Baca Juga: Misteri Keputusan Persis Solo Meminjamkan Sho Yamamoto Terkuak, Pemain Ini Jadi Alasannya
Berikut adalah rincian rencana perbaikan jembatan Jalan Tape Baru yang telah disiapkan oleh DPUPR Boyolali:
-
Target Pelaksanaan: Oktober hingga Desember 2026.
-
Estimasi Anggaran: Sekitar Rp1 miliar.
-
Sumber Dana: Akan diusulkan melalui APBD Perubahan Kabupaten Boyolali Tahun 2026.
-
Spesifikasi Teknis: Jembatan lama akan dibongkar total dan diganti menggunakan box culvert (gorong-gorong beton kotak) dengan bentang 4 meter dan lebar 6 meter.
Pembaruan infrastruktur ini sangat vital. Pasalnya, ruas Jalan Tape Baru merupakan akses jalur alternatif yang cukup padat, menghubungkan Exit Tol Boyolali menuju arah Klaten melalui Jalan Diponegoro.
"Kami berharap, setelah diperbaiki nanti, jembatan akan kembali aman dan nyaman dilalui, sehingga memperlancar mobilitas dan akses masyarakat," tambah Joko.
Sebagai langkah antisipasi sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali telah melakukan rekayasa lalu lintas sejak beberapa pekan lalu.
Sebagian akses menuju jembatan ditutup, khususnya bagi kendaraan roda empat atau lebih.
Kabid LLAJ Dishub Boyolali Ragil Pambudi yang sebelumnya telah meninjau lokasi pada awal bulan (8/3/2026) menjelaskan, penutupan tidak dilakukan secara total.
Warga sekitar, tamu kafe, maupun pengunjung showroom mobil di dekat lokasi masih bisa melintas, asalkan menggunakan kendaraan roda dua.
Baca Juga: Gelombang 2 Arus Balik Lebaran Lebih Landai, 40 Ribu Kendaraan Lintasi Ruas Tol Boyolali tanpa Macet
"Penutupan ini diharapkan dapat menjaga keselamatan warga dan mencegah terjadinya kecelakaan," tegas Ragil.
Saat ini, Dishub telah menyiagakan dua unit rambu petunjuk pengalihan jalan di pertigaan pertemuan Jalan Tape dengan Jalan Raden Mas Said, serta dari arah Museum R. Hamong Wardoyo.
Selain itu, terpasang pula 4 water barrier di titik-titik pengalihan dan 6 barrier yang menutup langsung area jembatan yang ambrol. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono