Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Bahayakan Pengendara Roda 4, Perbaikan Jembatan Jalan Tape Baru Mojosongo Boyolali Ditarget Oktober 2026

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 29 Maret 2026 | 13:17 WIB
 Kondisi jembatan penghubung di Jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO) Kondisi jembatan penghubung di Jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kondisi memprihatinkan jembatan penghubung di Jalan Tape Baru, Kecamatan Mojosongo, Boyolali segera mendapat penanganan serius.

Akibat sebagian fondasi dan badan jembatan yang ambrol tergerus derasnya air sungai, Pemkab Boyolali tengah merancang perbaikan menyeluruh agar jalur tersebut kembali aman dilalui.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Joko Prasetyo menjelaskan, jembatan tersebut kondisinya sudah sangat tidak aman. 

Baca Juga: Biaya Operasional Besar, Hasil Tidak Maksimal: DPRD Solo Sebut Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya Lebih Bagus Dibandingkan di Putri Cempo

"Sudah dilakukan survei lapangan terkait kerusakan jembatan di ruas tersebut, dan direncanakan akan segera dilakukan perbaikan menyeluruh," jelas Joko saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, Minggu (29/3/2026).

Joko membeberkan bahwa kerusakan akibat gerusan air pascalongsor dan hujan deras menuntut penanganan segera.

Tercatat, kurang lebih 40 persen fondasi serta badan jembatan telah hilang terbawa arus.

Lantai jembatan di bagian hilir tergerus, dan sebagian abutment (bangunan bawah jembatan) mengalami kerusakan parah sehingga sangat membahayakan jika dilewati kendaraan roda empat atau lebih.

Baca Juga: Misteri Keputusan Persis Solo Meminjamkan Sho Yamamoto Terkuak, Pemain Ini Jadi Alasannya 

Berikut adalah rincian rencana perbaikan jembatan Jalan Tape Baru yang telah disiapkan oleh DPUPR Boyolali:

Pembaruan infrastruktur ini sangat vital. Pasalnya, ruas Jalan Tape Baru merupakan akses jalur alternatif yang cukup padat, menghubungkan Exit Tol Boyolali menuju arah Klaten melalui Jalan Diponegoro.

Baca Juga: Dilatih Eks Pelatih Timnas, Maestro Solo FC Siap Jadi Kuda Hitam: 18 Pemain Sudah Dikunci, Persaingan PFL 2 Memanas

"Kami berharap, setelah diperbaiki nanti, jembatan akan kembali aman dan nyaman dilalui, sehingga memperlancar mobilitas dan akses masyarakat," tambah Joko.

Sebagai langkah antisipasi sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali telah melakukan rekayasa lalu lintas sejak beberapa pekan lalu.

Sebagian akses menuju jembatan ditutup, khususnya bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Kabid LLAJ Dishub Boyolali Ragil Pambudi yang sebelumnya telah meninjau lokasi pada awal bulan (8/3/2026) menjelaskan, penutupan tidak dilakukan secara total.

Warga sekitar, tamu kafe, maupun pengunjung showroom mobil di dekat lokasi masih bisa melintas, asalkan menggunakan kendaraan roda dua.

Baca Juga: Gelombang 2 Arus Balik Lebaran Lebih Landai, 40 Ribu Kendaraan Lintasi Ruas Tol Boyolali tanpa Macet

"Penutupan ini diharapkan dapat menjaga keselamatan warga dan mencegah terjadinya kecelakaan," tegas Ragil.

Saat ini, Dishub telah menyiagakan dua unit rambu petunjuk pengalihan jalan di pertigaan pertemuan Jalan Tape dengan Jalan Raden Mas Said, serta dari arah Museum R. Hamong Wardoyo.

Selain itu, terpasang pula 4 water barrier di titik-titik pengalihan dan 6 barrier yang menutup langsung area jembatan yang ambrol. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#JEMBATAN JALAN TAPE BARU #Boyolali #Perbaikan #mojosongo #Membahayakan pengendara