Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2026 di Boyolali: Terkendala Lampu Lalu Lintas Disambar Petir, Hampir 900 Ribu Kendaraan Melintas

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 29 Maret 2026 | 14:12 WIB
Sebanyak 61.823 unit kendaraan melintas di tol Boyolali saat arus mudik Lebaran 2026. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)Sebanyak 61.823 unit kendaraan melintas di tol Boyolali saat arus mudik Lebaran 2026. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Selama periode libur Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali mencatat sebanyak 723 ribu hingga 893 ribu kendaraan melintasi wilayah Boyolali.

Seiring dengan tingginya volume kendaraan tersebut, sejumlah lokasi turut teridentifikasi sebagai titik rawan kepadatan lalu lintas.

Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono mengungkapkan, rata-rata harian pergerakan kendaraan berkisar antara 50 ribu hingga 73 ribu unit pada jalur arteri utama.

Baca Juga: Grebeg Syawal: Lestarikan Budaya di Tempat Wisata, Pemkot Solo Siap Perbanyak Kolaborasi Tradisi di Destinasi Modern

"Hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan angkutan Lebaran Tahun 2026 menunjukkan bahwa kondisi arus lalu lintas di wilayah Boyolali, baik pada masa mudik maupun arus balik, secara umum berjalan lancar, aman, dan terkendali," jelas Insan kepada radarsolo.jawapos.com, Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan data Dishub Boyolali, rincian volume kendaraan khusus pada puncak arus balik kedua (27–28 Maret 2026) tercatat sebagai berikut:

Selama periode tersebut, kepadatan lalu lintas terpantau di beberapa titik rawan, antara lain di Traffic Light (TL) Karanggede, TL Terminal Penggung, TL Mangu, Simpang Gejikan (akses Bandara Adi Soemarmo), dan Simpang Tugu Jagung.

"Kepadatan yang terjadi bersifat situasional dan temporer, terutama pada jam-jam puncak pergerakan kendaraan. Fenomena kepadatan pada beberapa simpang bersinyal menunjukkan adanya kondisi over-saturation, di mana volume lalu lintas pada jam puncak melampaui kapasitas simpang, sehingga memicu antrean dan tundaan multi-arah," paparnya.

Untuk mengurai kepadatan, Dishub telah melakukan penyesuaian fase traffic light, penguatan manajemen lalu lintas di simpang prioritas, serta berkoordinasi lintas sektor.

Insan menambahkan bahwa sempat terjadi kendala teknis berupa padamnya beberapa titik lampu lalu lintas akibat tersambar petir, seperti di TL 408, TL Penggung, dan kawasan Tugu Jagung.

Baca Juga: Terulang! Pekerja di Sragen Kesetrum saat Perbaiki Atap Kanopi

Berangkat dari evaluasi Lebaran tahun ini, penanganan kepadatan lalu lintas di Boyolali dinilai tidak cukup hanya dengan mengandalkan penyesuaian rambu.

Diperlukan pendekatan jaringan seperti pengembangan jalur alternatif untuk mendistribusikan beban arus sebelum mencapai simpang utama.

"Ke depan, diperlukan kajian lanjutan melalui analisis Origin–Destination (OD), simulasi lalu lintas, serta evaluasi aspek tata guna lahan dan sosial. Hal ini penting guna meningkatkan kinerja simpang dan menjaga Level of Service (LOS) pada periode arus puncak," tambahnya.

Baca Juga: Misteri Keputusan Persis Solo Meminjamkan Sho Yamamoto Terkuak, Pemain Ini Jadi Alasannya 

Dalam upaya meningkatkan kinerja simpang dan keselamatan jalan ke depannya, Dishub Boyolali menyiapkan beberapa langkah strategis, yaitu:

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya Kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, relawan, instansi terkait, serta seluruh petugas di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi," tutupnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#arus mudik di boyolali #jumlah kendaraan yang melintas #evaluasi #dishub boyolali #Lampu Lalu Lintas #evaluasi arus mudik