Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ancaman El Nino 2026 di Depan Mata, BPBD Boyolali Keluarkan Rekomendasi Antisipasi Kekeringan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 2 April 2026 | 15:05 WIB
El Nino yang bisa memicu rentetan cuaca panas ekstrem hingga kekeringan panjang. BPBD Boyolali menerbitkan sejumlah rekomendasi sebagai langkah antisipasi. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
El Nino yang bisa memicu rentetan cuaca panas ekstrem hingga kekeringan panjang. BPBD Boyolali menerbitkan sejumlah rekomendasi sebagai langkah antisipasi. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Wilayah Indonesia berpotensi terdampak fenomena alam El Nino yang bisa memicu rentetan cuaca panas ekstrem hingga kekeringan panjang.

Merespons ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali mengimbau masyarakat, khususnya kalangan petani, untuk mulai menyesuaikan jadwal tanam agar tanaman terhindar dari fase kritis kekeringan.

Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Tak Jauh dari Kandang Ternak Ayam Milik Wakil Bupati Wonogiri, Diduga Korban Pembunuhan

Langkah Antisipasi dan Rekomendasi Pertanian

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali Suratno mengungkapkan, masyarakat dapat meminimalisasi dampak El Nino dengan melakukan langkah antisipasi sejak dini. 

Dari sektor kebencanaan pangan dan lingkungan, BPBD Boyolali mengeluarkan sejumlah panduan krusial, antara lain:

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Tangkil Sragen Terungkap, Sandiwara Korban Hamil 8 Minggu Berujung Maut

"Selama curah hujan masih ada, masyarakat perlu melakukan pemanenan air secara maksimal. Masyarakat harus menggunakan air secukupnya dan dengan bijak," jelas Suratno kepada radarsolo.jawapos.com, Kamis (2/4/2026).

Prediksi Kemarau 2026 dan Catatan Sejarah

Suratno juga meminta masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan prediksi BMKG dan institusi global, fenomena El Nino diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Berikut adalah rincian proyeksi iklim pada tahun ini:

Baca Juga: Antar Penumpang Pria ke Sambi, Tukang Ojek Asal Mojosongo Boyolali Dilaporkan Hilang

Meski pasokan curah hujan dipastikan berkurang, dampaknya diprediksi tidak akan seekstrem kejadian Super El Nino pada tahun 1997 dan 2015, maupun El Nino Kuat pada 1991 dan 2023 silam yang membawa kekeringan sangat parah.

"El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik Ekuator. Bergerak dari sekarang, maka dampak besar akan bisa kita tekan. Kemarau panjang adalah ujian kesiapan kita sebagai satu komunitas yang tangguh," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#dampak el nino #kemaru panjang #BPBD Boyolali #Antisipasi Kekeringan #el nino