Kabid PRK Dishub Boyolali Heri Subagyo bersama sepeda miliknya di depan kantor Dishub setempat. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM – Pemerintah Pusat menerbitkan edaran terkait Work From Home (WFH) bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun swasta.
Selain itu, belakangan juga muncul wacana bagi para abdi negara untuk berangkat ke kantor menggunakan sepeda.
Ini sebagai salah satu bentuk penerapan efisiensi anggaran daerah maupun pusat.
Baca Juga: Alhamdulillah, Kuota Haji bagi Warga Sragen Naik Jadi 1.141 Orang: Antrean Juga Lebih Singkat
Namun ternyata, jauh sebelum wacana tersebut bergulir, di lingkup Pemkab Boyolali sudah ada ASN yang konsisten menerapkan berangkat kerja menggunakan sepeda.
Manfaat Finansial dan Rutinitas Harian
ASN inspiratif tersebut adalah Heri Subagyo, yang saat ini menjabat Kabid Pengujian dan Rekayasa Kendaraan (PRK) di Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali.
Kepada radarsolo.jawapos.com, Heri mengaku sudah mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan tersebut jauh sebelum adanya imbauan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Menurut pandangannya, bersepeda ke tempat kerja tak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga membawa segudang manfaat nyata.
"Saya senang dengan ajakan ini, karena saya sudah terbiasa bersepeda ke kantor. Saya hobi bersepeda dan sudah sekitar 4 atau 5 bulan saya melakukan bike to work," kata Heri Subagyo.
Heri menjelaskan secara rinci selama memutuskan untuk rutin mengayuh pedal ke kantor, ia dapat menghemat biaya pengeluaran transportasi harian.
Baca Juga: Kedai Kopi Di Solo Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Sarankan Pembeli Bawa Tumbler
Ia menghitung jarak dari rumah ke kantornya yang berkisar 5,5 kilometer, yang berarti ia menempuh jarak total sekitar 11 kilometer setiap harinya untuk perjalanan pulang pergi.
“Biasa naik motor itu ya sekitar setengah liter lah sehari, setengah liter kalau dikali 20 hari sekitar Rp100 ribu bisa hemat," jelasnya.
Kebugaran Fisik dan Kebahagiaan Batin
Selain memberikan keuntungan ekonomi, kebiasaan ini juga sangat baik untuk menjaga kebugaran tubuh.
Ia mengumpamakan bahwa kaki sejatinya adalah jantung kedua bagi manusia.
Ketika otot kaki sering dilatih dan menjadi kuat, maka pompa darah akan bekerja maksimal sehingga sirkulasi ke seluruh tubuh menjadi jauh lebih lancar.
Baca Juga: Disdag Solo Akui IPAL Pasar Ayam Silir Belum Maksimal: Butuh Penyempurnaan
Lebih dari itu, bersepeda di pagi hari rupanya sangat ampuh mendongkrak suasana hati sebelum mulai berkutat dengan setumpuk berkas pekerjaan di kantor.
“Ada hembusan angin, itu ceria. Saya ke kantor itu paling naik berangkat itu sekitar seperempat jam, kebetulan rada turun gitu ya, sampai sini (kantor) ceria, happiness," tambahnya.
Berharap Munculnya Komunitas Bike to Work ASN Boyolali
Saking cintanya dengan rutinitas ini, Heri bahkan memiliki jaket khusus yang hanya ia kenakan saat berangkat ke kantor.
Jaket tersebut dilengkapi dengan aksesori tempelan yang secara khusus bertuliskan kampanye "Bike To Work".
Ia sangat mendukung penuh jika wacana pemerintah mengenai ASN bersepeda ini benar-benar direalisasikan secara masif di daerah. Ia berharap semangat menyehatkan ini bisa segera menular ke rekan-rekannya di lingkup Pemkab Boyolali.
Baca Juga: Tinggalkan Mobil Dinas, Bupati Sragen Pilih Bersepeda Menuju Kantor
"Saya berharap teman-teman yang lain, ya memang pertama rada dipaksa sih, tapi ternyata, wah kok naik gak gewes, eman-eman gitu," beber Heri.
Heri memaparkan bahwa gerakan Bike to Work sejatinya bukan sekadar semboyan kosong semata, melainkan sudah terbukti mampu berkembang menjadi sebuah komunitas yang solid di berbagai kota besar di Indonesia.
"Dan semoga besok setelah diberlakukan ASN berangkat menggunakan sepeda, di Boyolali ada bike to work cabang Boyolali gitu ya," tutupnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com